Geliat Pasukan Bela Diri Jepang

Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) terus memodernisasikan den memperkuat diri terutama menghadapi potensi ancaman Korut dan China. Baru-baru ini memborong 105 unit pesawat tempur F-35 Super Lightning II buatan AS.

PASUKAN bela diri Jepang (Japan Self Defence Forces – JSDF) terus memperkuat diri menjadi kekuatan utama di di benua Asia, membayang-bayangi potensi ancaman seterunya, China dan Korea Utara.

Walau hanya dengan jumlah personil tetap sekitar 247.000 orang, JSDF tidak bisa dipandang sebelah mata, karena dengan anggaran sekitar 46 milyar dollar AS atau sekitar Rp668 triliun, JSDF bisa membeli alutsista canggih, baik buatan dalam negeri mau pun impor.

Tidak tanggung-tanggung, Jepang merogoh kocek anggaran militernya tahun ini untuk memborong  105 unit pesawat tempur generasi kelima berkualifikasi siluman, F-35 Super Lightning II buatan AS.

Transaksi seluruhnya 63 unit F-35 versi konvensional dan sisanya 42 unit F-35 yang bisa tinggal landas dan mendarat dari kapal induk bernilai 32, 1 miliar dolar AS (setara 327,4 triliun rupiah).

Bayangkan ! Nilai transaksi jual-beli pesawat buatan Lockheed Martin AS sebesar itu berarti sekitar tiga kali lipat dari anggaran pengeluaran pertahanan Indonesia pada tahun 2020 yakni sekitar Rp107 triliun rupiah.

AU Jepang a.l. diperkuat 279 pesawat-pesawat tempur F-15 Eagle dan  F-4 Phantom (buatan AS) serta pesawat tempur ringan buatan Mitsubishi F-2, 657 helikopter UH-60 Black Hawk,  CH-47 Chinook serta  Apache AH-64 serta berbagai pesawat pendukung seperti pesawat intai B767 dan E-2 Hawkeye (semua buatan AS).

Kedatangan 105 unit F-35 secara bertahap nanti tentu akan melipatgandakan daya pukul kekuatan udara Jepang menghadapi potensi ancaman lawan-lawannya.

Operasikan Kapal Induk

Di laut JSDF berjaya dengan dua kapal induk berasal dari kapal perusak yang diubah fungsinya yakni Izumo dan Hyuga, 46 kapal perusak termasuk kelas Arleigh Burke buatan AS yang dilengkapi sistem rudal pertahanan udara Aegis, 16 korvet dan 20 kapal selam Shoryu buatannya yang berkualifikasi siluman.

Sementara di darat, didukung sekitar 115.000 personil, pasukan Jepang dilengkapi a.l. dengan tank-tank type 10 buatan Mitsubishi yang kabarnya bisa disejajarkan dengan tank-tank tempur (Main Battle Tank) AS M1A2 Abrams, T-90 Rusia, Leopard Jerman, rudal-rudal dan artileri, baik buatan AS atau yang dikembangkan sendiri.

Berdasarkan konstitusi pasca PD-II, pasukan bela diri Jepang dilarang  beroperasi di luar wilayahnya, walau di kalangan mitra-mitranya dan juga rakyatnya sendiri, muncul desakan keterlibatannya negara itu di kancah perdamaian internasional.

JSDF setelah itu mulai ambil bagian dalam konflik internasional, misalnya dalam Perang Teluk di Irak pada era 1990-an walau sebatas mengirimkan satuan zeni non-tempur untuk membantu merenovasi  sarana dan prasarana publik yang rusak.

Yang jelas, walau bernama Pasukan Bela Diri (JSDF), berdasarkan catatan Globalfire, kekuatan militer Jepang bertengger di ranking ke-5 dunia diantara 138 negara lainnya. (Berbagai Sumber/NS)