Zakat Sebagai “Mercusuar” Pembangunan Keberlanjutan

Menyadari hal tersebut, keberadaan program yang fokus terhadap pengelolaan lingkungan yang di kelola oleh Lembaga zakat dirasa penting. Karena pengelolaan lingkungan dan pengentasan kemiskinan merupakan hal yang saling berkaitan satu sama lain. Menurut Ali Yafie, ada dua landasan dasar dalam pengelolaan lingkungan (Fiqh al-Bi’ah) yaitu: pertama, pelestarian dan pengamanan lingkungan hidup dari kerusakannya adalah bagian dari iman. Kualitas iman seseorang bisa diukur salah satunya dari sisi sejauh mana sensitivitas dan kepedulian orang tersebut terhadap kelangsungan lingkungan hidup. Kedua, melestarikan dan melindungi lingkungan hidup adalah kewajiban setiap orang yang berakal dan baligh (dewasa). Melakukannya adalah ibadah, terhitung sebagai bentuk bakti manusia kepada Tuhan. Sementara penanggung jawab utama menjalankan kewajiban pemeliharaan dan pencegahan kerusakan lingkungan hidup ini terletak di pundak pemerintah. Ia telah diamanati memegang kekuasaan untuk memelihara dan melindungi lingkungan hidup, bukan sebaliknya mengeksploitasi dan merusaknya.

“Lembaga zakat yang keberadaan nya sebagai pengelola dana zakat yang professional ditantang untuk dapat melahirkan model strategi pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan kaum dhuafa melalui perbaikan kualitas pengelolaan lingkungan hidup yang terpadu dan berkelanjutan. Pendekatan yang dapat dilakukan adalah pemberdayaan komunitas (community development), dalam arti program-program yang diselenggarakan diharapkan tidak hanya membawa manfaat langsung terhadap para mustahik yang menjadi sasaran utama program untuk dilibatkan dalam aktivitas-aktivitas lapangan, melainkan juga diharapkan dapat menjadi stimulus yang membawa dampak yang lebih luas terhadap ekosistem komunitas dimana program-program tersebut dijalankan,” lanjut Ika Akmala.

Program-program yang akan diinisiasi tersebut harus bersifat praktis dan jangka panjang. Untuk itu, program-program tersebut diharapkan dapat disusun berdasarkan kapasitas dan sumberdaya yang tersedia dan memang benar-benar menjawab kerentanan atau gap serta potensi-potensi ancaman-ancaman yang ada di tingkat lokal.