Opsi bagi TNI-AU, Beli Typhoon Bekas

1.918 views
Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto menjajagi kemungkinan pembelian 15 pesawat tempur buatan konsorsium Eropa Eurofighter Typhoon bekas pakai AU Austria guna menggantikan skadron F-5E Tiger yang sudah dipensiunkan.

PESAWAT tempur multi peran bersayap delta dan kanard (sirip  samping depan) buatan konsorsium Eropa bekas pakai AU Austria agaknya bisa menjadi salah satu pilihan untuk memperkuat skadron TNI-AU.

Hal itu terungkap dari surat penawaran yang dilayangkan oleh Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto kepada Menteri Pertahanan Austria, Klaudia Tanner yang dikutip harian Kronen Zeitung, Austria akhir pekan lalu (18/7).

Typhoon yang termasuk pesawat tempur generasi keempat (serba computerized, fly by wire)  diproduksi oleh perusahaan konsorsium Eropa yakni Jerman, Inggeris, Italia, Spanyol dan Perancis (kemudian mengundurkan diri), terbang perdana pada Maret 1994.

Sejauh ini, 570 unit Typhoon sudah diproduksi, sedangkan pengguna terbanyak adalah Inggeris (232 unit), disusul Jerman (180), Italia (121), dan Spanyol (87), selebihnya Austria, Kuwait dan Qatar.

Dalam surat tertanggal 10 Juli yang ditandatangani oleh Prabowo itu, disebutkan minat RI untuk membeli 15 unit Typhoon yang digunakan oleh AU Austria sejak 2002.

Menurut catatan, sebuah Typhoon yang dibandrol sekitar 105,7 juta dollar AS (sekitar Rp1,3 triliun) relatif mahal dibandingkan pesaing-pesaingnya seperti Sukhoi SU-30 (37,5 juta dollar atau Rp525 milyar), Mirage 2000 buatan Perancis (30,6 juta dollar atau Rp428,4 milyar)  dan F-16 C/D (29,1 juta dollar AS atau Rp 407,4 milyar dollar) buatan AS.

Sejauh ini, menurut informasi yang diperoleh Kompas, TNI-AU sudah diminta oleh Kemenhan untuk melakukan pengkajian termasuk biaya operasional pesawat tersebut yang konon cukup mahal (sekitar Rp1,3 milyar per jam).

Opsi pembelian Typhoon oleh TNI-AU dilakukan guna memenuhi kebutuhan pokok minimum (minimum essential force) alutsista TNI-AU yang pada 2019 baru mencapai 40 persen untuk menggantikan Skadron F-5E Tiger buatan AS yang sudah dipensiunkan beberapa tahun lalu.