Rakyat Korut Dianjurkan Makan Kura-kura

Untuk mengatasi kelaparan akibat embargo PBB dan imbas Covid-19, rezim Korea Utara mengimbau rakyatnya untuk mengosumsi kura-kura air tawar yang katanya kaya nutrisi an lezat rasanya.

KOREA Utara yang serba tertutup di bawah kepemimpinan Presiden Kim Jong Un kerap mengeluarkan kebijakan yang menarik perhatian, misalnya menganjurkan rakyatnya mengosumsi terrapin atau jenis kura-kura air tawar sebagai protein alternatif.

Seruan itu disampaikan untuk mengatasi ancaman kelaparan yang dihadapi akibat sanksi embargo yang dijatuhkan PBB terkait dengan uji-uji coba nuklir yang terus dilakukan Korut selama ini.

Situs official Korut, Naenara baru-baru ini menyebutkan, rezim di negara komunis itu meminta rakyatnya mengonsumsi terrapin yang kaya nutrisi dan lezat rasanya dan sudah biasa dimakan penduduk di tengah kurangnya pasokan beras, jagung dan ikan akibat dampak embargo ekonomi PBB dan juga pandemi Covid-19.

Berdasarkan keterangan dari situs resmi Korut, Naenara, publik mendapat instruksi apa yang harus mereka konsumsi di tengah berkurangnya nasi, jagung, dan ikan. “Sejak zaman dahulu, terrapin sudah digunakan sebagai hidangan mewah karena rasanya lezat dan nutrisinya melimpah,” ulas situs Naenara.

Berdasarkan klaim peneliti seperti dikutip tabloid Inggeris, the Sun, spesies kura-kura yang mudah didapati di Korut itu mempunyai kandungan protein, asam amino, dan vitamin untuk mengobati hipertensi dan sejumlah manfaat lainnya bagi kesehatan.

Darah, tempurung dan tulang terrapin juga sudah lama dimanfaatkan di negeri itu, disajikan sebagai bubur atau dikonsumsi mentah untuk mengatasi anak yang fisiknya lemah.

Selain terrapin, rejim Pyongyang juga memperkenalkan sejenis yang bisa membuat konsumennya tetap merasa kenyang, sekaligus tubuh menjadi langsing, susut sampai 40 Kg jika dikonsumsi selama 40 hari.

Ironisnya di tengah kelaparan yang dialami rakyatnya, menurut mantan koki istana, warga Jepang Kenji Fujimoto, kalangan penguasa gemar bermewah-mewah, misalnya pernah memesan 10 botol anggur Perancis, Bordeaux dan Jong Un sendiri menggemari keju emmental.

Selain embargo ekonomi, juga sebagian anggaran belanja yang dignakan untuk uji-uji coba rudal balistik dan nuklir yang memakan biaya besar, ditutupnya perbatasan dengan China akibat pandemi Covid-19 juga menambah derita rakyat.                 (the Sun/Naenara/ns)