Tawaran Rudal BrahMos dari India

957 views
India menawarkan RI untuk membeli rudal jelajah sasaran darat BrahMos II yang diproduksi India bersama Rusia.

Tawaran Rudal BrahMos dari India

“AYAHKU kan tiba,  datang dari India, membawa boneka, yang indah jelita……., demikian penggalan lagu Ellia Khadam yang  nge”hit” pada era’70-an, dan selain itu India juga dikenal dengan karya-karya  produk film “Bollywood” yang digandrungi publik di sini.

Tidak hanya itu, India yang berseteru dengan tetangganya, China, menempati ranking ke-3 kekuatan militer dunia dan juga salah satu negara yang memiliki arsenal senjata nuklir pemusnah massal.

Institut Perdamaian dan Riset Int’l Stockholm (SIPRI) mencatat,  anggaran militer India 2020 sebesar 71 milyar dollar AS (sekitar Rp1.030 triliun) atau peringkat ke-3 setelah AS 732 milyar dollar (Rp10.614 triliun dan China (261 milyar dollar AS atau Rp3.784 triliun).

Dalam lawatan Menhan Prabowo Subianto ke India pekan lalu, mitra kerjanya, Menhan India Rajnath Singh menawarkan pada RI untuk membeli rudal jelajah (cruise missile) BrahMos II yang dikembangkan  bersama Rusia sejak 2000 lalu.

Rudal untuk sasaran di darat BrahMos II yang digerakkan dengan mesin scrampjet mampu melesat secara  hypersonic pada tujuh kali kecepatan suara (Mach-7 atau 8.575 Km per jam).

Rudal BrahMos II berjangkauan antara 450 sampai 600 Km bisa diluncurkan dari kapal permukaan, kapal selam, pesawat udara mau pun situs peluncuran di darat.

Menurut catatan, TNI sendiri sejauh ini belum memiliki sistem rudal untuk sasaran darat, apalagi  dengan kemampuan jarak jauh seperti BrahMos II.

Sistem artileri medan terbaru yang dimiliki TNI yakni peluncur roket multi laras (MRLS) Astros buatan Brazil berdaya jangkau 85 Km (bisa ditingkatkan sampai 300 Km) dan meriam lapangan swagerak 155mm Caesar buatan Perancis.

Sistem pertahanan udara TNI menggunakan rudal-rudal panggul jarak pendek seperti Mistral eks-Perancis dan RBS-70 (Swedia) serta meriam ringan anti pesawat (kal. 35 mm) Skyshield (Swiss) dan kal. 23mm Giant Bow (China), sedangkan rudal anti kapal a.l. Yakhont (Rusia) dan C-802 eks-China.