Telepon Presiden Abbas, Jokowi Tegaskan Dukung Palestina dari Aneksasi Israel

Ilustrasi Presiden Indonesia Joko Widodo dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, di Jakarta, Ahad (6/3/2016). Foto: Sindonews
JAKARTA – Presiden Indonesia  Joko Widodo berbicara dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas melalui telepon membicarakan rencana aneksasi Israel.

Setelah bertukar ucapan selamat pada kesempatan liburan Idul Adha, yang bertepatan pada hari Jumat, Presiden Abbas memberi penjelasan singkat kepada Presiden Indonesia tentang perkembangan terbaru di wilayah Palestina dan upaya yang dilakukan oleh para pemimpin Palestina untuk mencegah implementasi rencana aneksasi Israel yang akan menghancurkan semua peluang untuk mencapai perdamaian yang adil dan langgeng berdasarkan resolusi legitimasi internasional.

Dilansir WAFA, Presiden Abbas menyatakan terima kasih rakyat Palestina dan kepemimpinan mereka kepada posisi Indonesia di forum internasional dalam mendukung perjuangan Palestina dan hak rakyat Palestina untuk kebebasan dan kemerdekaan, dan kelanjutan dari peran penting ini melalui kepresidenannya sebagai presiden.

Dewan Keamanan PBB bulan depan, menekankan aspirasi kepemimpinan Palestina untuk memperkuat hubungan bilateral khusus antara kedua rakyat dan kedua negara sahabat.

Sementara itu, Presiden Indonesia menegaskan posisi Indonesia yang tegak dalam mendukung perjuangan Palestina dan hak rakyat Palestina untuk mendirikan negara Palestina merdeka.

Dia menekankan penolakan Indonesia terhadap semua tindakan sepihak yang bertujuan menganeksasi tanah Palestina yang bertentangan dengan hukum internasional dan resolusi legitimasi internasional.

Presiden Indonesia menyambut baik dialog antara faksi-faksi Palestina untuk menyatukan posisi Palestina dalam masalah aneksasi yang mengarah pada penyatuan Palestina sepenuhnya, dan upaya luar biasa yang dilakukan oleh Negara Palestina untuk menghadapi virus corona, menekankan bahwa Indonesia bekerja keras untuk kendalikan itu.

Presiden Indonesia juga mengumumkan bahwa ia telah menginstruksikan pemerintahnya untuk memberikan bantuan medis yang mendesak kepada Palestina untuk mengatasi virus corona.