Menenggelamkan Kapal Induk, Mungkin kah?

16.336 views
Salah satu kapal induk AS kelas Nimitz seharga 4,5 milyar dolar AS ( sekitar Rp65,25 triliun). Replikanya dijadikan bulan-bulan sasaran rudal saat latihan perang Iran yang digelar 28/7 lalu.

KORPS Garda Revolusi Iran (IGRC)  menggelar latihan perang  besar-besaran, Selasa lalu (28/7), siapa lagi simulasi musuh mereka, kalau bukan Amerika Serikat yang diwakili kapal induknya sebagai sasaran.

Replika kapal induk AS kelas Nimitz pun dijadikan target rudal, baik dari darat (diklaim jenis rudal pertama di dunia yang diluncurkan dari kedalaman bumi), dari kapal-kapal mau pun pesawat tempur.

Iran sejak diembargo pihak Barat pasca Revolusi 1979 memang dikenal aktif mengembangkan berbagai jenis rudal, didukung teknologi dari Uni Soviet (sekarang Rusia), Korea Utara dan China.

Yang sudah dihasilkan a.l. rudal jarak pendek seperti Fatteh-110 (berjangkauan 300 Km), Shahab-1 dan Shahab-2 (sampai 500 Km), Raad dan Zolfaqhar (sampai 700 Km) dan rudal jarak sedang seperti Sejjil dan Soumar (sampai 2.500 Km).

Kekuatan militer Iran dengan sekitar 523-ribu personil aktif, AU-nya sebagian masih menggunakan alutsista lawas peninggalan AS buatan era ’70-an seperti pesawat tempur F-14 Tomcat dan F-4 Phantom, selain MiG-29 Fulcrum eks-Uni Soviet dan yang lumayan baru, seri Cheng Du J-10 buatan China.

AL-Iran didukung kapal-kapal berbagai negara, termasuk 34 kapal selam (eks-Yugoslavia, Rusia dan Korut), dan terbanyak kapal-kapal cepat peluncur rudal, sebagian buatan lokal, sedang AD didukung tank-tank tempur utama (MBT)  T-72 eks-Uni Soviet dan Karrar,  buatan lokal.

Sementara di seputar Teluk Hormuz, AS paling tidak menempatkan satu dari lima kapal induk bertenaga nuklir kelas Nimitz yakni USS Abraham Lincoln (bernomor lambung CVN-72), berbobot 100.000 ton dan membawa 90 pesawat tempur, dikawal kapal perusak USS Mc Faul, USS Gonzales dan USS Mason.

Pesawat-pesawat yang diangkutnya juga beragam seperti F-15 Eagle, F-16 Fighting Falcon, F-18 Hornet, pengintai P3 Orion, dan sejumlah heli serang AH-64 Apache atau anti kapal selam SH-60 Sea Hawk.