Pak Ogah Jadi Pejabat?

159 views
Pelajar SMA bolos digunduli massal, kalau Pasha Ungu ketika ditegur Mendagri langsung menggunduli rambutnya.

WAKIL Walikota Palu (Sulteng) Pasha Ungu yang aslinya bernama Sigit Purnomo Said, beberapa hari lalu ditegur Mendagri Tito Karnavian karena mengecat rambutnya warna pirang. Itu jauh dari karakter birokrat. Mungkin sadar atas kekeliruannya, atau malah jengkel hal sepele saja diributkan, langsung saja potong rambut gundul. Bagi yang nggak tahu akan menduga, sekarang Pak Ogah jadi pejabat.

Jaman Orde Baru, Kepala Daerah mayoritas diisi oleh lulusan IPDN (Insititut Pemerintahan Dalam Negri). Tapi sejak era reformasi, mereka hanya jadi penonton. Sebab jabatan Walikota, Bupati, Gubernur, semua dikuasai oleh politisi. Artis, karena punya popularitas tinggi dijadikan Wakil dalam setiap kontestasi Pilkada, dari Walikota, Bupati, sampai Gubernur.

Kalangan birokrat sekarang paling mentok jadi Sekda. Padahal Sekda itu posisi saling sulit, karena harus bermimikri macam bunglon. Pada Gubernur sebelumnya bilang A, pada Gubernur yang sekarang harus bisa bilang B. Bila bersikukuh pada A, alamat tidak lama jadi Sekda, akan digantikan oleh pejabat yang bisa seirama dengan Gubernur baru.

Begitulah produk Pilkada langsung, akan menghasilkan politisi karbitan. Di antaranya kemudian ada Wagub Deddy Mizwar, Wagub Rano Karno (naik jadi gubernur karena kecelakaan politik), Gubernur Zumi Zola, Wagub Dede Yusuf.  Tapi apa hasilnya? Prestasi mereka biasa-biasa saja. Bahkan ketika pengin naik jadi Gubernur kagak laku dalam Pilkada. Paling tragis, Gubernur Jambi yang namanya seperti sastrawan Prancis Emile Zola  itu malah masuk penjara karena terlibat korupsi.

Di Palu artis jadi Wawali (Wakil Walikota) adalah Sigit Purnomo yang dalam dunia artis disebut Pasha Ungu. Sayangnya karena latar belakangnya seniman, meski sedang menjadi birokrat, Kepala Daerah, masih juga ngartis. Rakyat Palu direken penonton TV yang akan mengelu-elukan penampilannya yang “spektakuler” itu.