PSBB Transisi Sampai Kapan?

114 views
Entah sampai kapan PSBB terus diperpanjang di DKI Jakarta, salah satunya tergantung kepatuhan warga terhadap protokol kesehatan untuk menekan laju penyebaran virus Covid-19.

PEMBATASAN Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi diperpanjang lagi di wilayah DKI Jakarta sampai 13 Agustus karena tingkat penyebaran virus Corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 belum ada tanda-tanda mereda.

Bahkan selama bulan Juli tercatat tiga kali rekor peningkatan harian kasus positif orang terinfeksi Covid-19 (positivity rate) yakni 359 kasus pada 11 Juli, 404 kasus pada 12 Juli dan 584 kasus pada 29 Juli.

Klaster penyebaran Covid-19 yang saat ini sudah mencakup seluruhnya ke lima wilayah ibukota, mulai dari yang tertinggi di lingkungan pemukiman, pasar tradisional, perkantoran, fasilitas kesehatan dan rumah peribadatan.

Hasil penelusuran Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19, dari 4 Juni hingga 28 Juli tercatat 283 klaster komunitas di kawasan permukiman dengan 1.178 kasus, disusul 107 klaster pasar rakyat sebanyak 555 kasus dan 90 klaster perkantoran dengan 459 kasus.

Khusus klaster perkantoran perlu diwaspadai, karena terjadi lonjakan  secara signifikan yakni sembilan kali lipat sejak PSBB mulai dilonggarkan pada 5 Juni dibandingkan sebelumnya yang baru ditemukan 43 kasus.

Walau secara umum, kepatuhan terhadap protokol kesehatan di lingkungan perkantoran tampak cukup tertib, pelonggaran penggunaan masker atau jaga jarak, mungkin saja terjadi di ruangan kantor, ditambah lagi akibar penggunaan AC atau kurang baiknya ventilasi.

Sedangkan di 124 klaster fasilitas kesehatan ditemukan 799 kasus orang terpapar Covid-19 selama PSBB Transisi, begitu pula akibat pelonggaran kegiatan ibadah berjamaah, muncul 9 klaster baru di masjid-masjid dan gereja dengan 114 kasus.

Pemberlakuan kembali sistem ganjil genap nomor kendaraan di 25 ruas jalan utama di ibukota mulai Senin, 3 Agustus dikhawatirkan juga akan memicu lonjakan Covid-19 karena akan terjadi kerumunan penumpang di kendaraan umum, belum lagi meningkatnya mobilitas warga selama liburan Idhul Adha.