Dompet Dhuafa Perkuat Platform Digital Bersama LinkAja Syariah, Mudahkan Masyarakat Berkurban

154 views

JAKARTA – Perkembangan teknologi informasi yang sedemikian cepat, mengajak gerakan filantropi untuk beradaptasi dan memanfaatkan kemajuan tersebut dalam mengajak masyarakat berkurban.

Salah satunya melalui Layanan Syariah LinkAja sebagai uang elektronik berbasis syariah pertama di Indonesia, menghadirkan kemudahan berkurban melalui aplikasi. Hewan Kurban yang telah dibeli oleh masyarakat melalui Dompet Dhuafa, akan didistribusikan dalam bentuk daging kurban pada dua lokasi terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, tepatnya di pos pengungsian Desa Meli, yang berada di Kecamatan Baebunta dan Desa Kamiri, Kecamatan Masamba, Sulawesi Selatan.

Direktur Utama LinkAja, Haryati Lawidjaja, mengatakan, tahun ini umat muslim di Indonesia menjalankan hari raya kurban dalam keadaan yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kendati begitu, kami harap hal tersebut tidak meluruhkan niat dan amal perbuatan setiap umat untuk dapat menunaikan ibadah Idul Adha dengan penuh berkah dan ketulusan hati.

“Melalui kemudahan kurban digital yang dihadirkan Layanan Syariah LinkAja tersebut, kami berupaya untuk menjawab kebutuhan masyarakat untuk tetap dapat menunaikan ibadah kurban dengan aman, cepat, dan terpercaya,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima kbknews, Rabu (5/8).

Fitur kurban Layanan Syariah LinkAja dapat menyalurkan kurban hingga ke pelosok daerah. Untuk dapat memanfaatkan kemudahan kurban digital tersebut, pengguna dapat memilih ikon kurban yang tersedia di aplikasi Layanan Syariah LinkAja, kemudian memilih lembaga penyalur kurban dan jenis hewan kurban yang diinginkan. Setelah melakukan pembayaran, pengguna akan mendapatkan pemberitahuan untuk mengisi nama pekurban dan e-mail untuk laporan kurban melalui form linktr.ee/kurbanlsla.

Seluruh kegiatan transaksi dan promo berkah yang dihadirkan oleh Layanan Syariah LinkAja telah sesuai dengan standar kepatuhan syariah yang disahkan oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) LinkAja.