PJJ atau Buka Sekolah, Sama-sama Berisiko

172 views

Buka Sekolah, Berisiko

Sebaliknya, keputusan pemerintah membuka kembali sekolah-sekolah di zona hijau di 94 kabupaten/kota tanpa mitigasi risiko yang memadai bakal meningkatkan kerentanan anak didik terhadap paparan Covid-19.

Apakah protokol kesehatan di sekolah-sekolah  benar-benar bisa  diterapkan?, apa kah seluruh sekolah sudah memiliki cukup  sarana atau sarana seperti ruang kelas yang memadai untuk menerapkan jaga jarak, toilet yang bersih, wastafel dan lainnya.

Laporan beberapa daerah tentang adanya sejumlah anak didik dan  guru-guru yang positif terpapar Covid-19 setelah dilakukan pembelajaran tatap muka,seharusnya menjadi peringatan, rencana pembukaan kembali sekolah perlu dipertimbangkan masak-masak.

Retno juga mengingatkan efek samping bagi anak-anak yang pernah  terpapar Covid-19 , karena ada diantara mereka yang mengalami keusakan paru-paru.

Saat PJJ daring terganjal seabrek persoalan dan membebani serta membuat frustrasi ketiga subyek pendidikan (murid, orang tua murid dan guru) karena tidak dipetakan dan diantisipasi sebelumnya, Mendikbud Nadiem Makarim malah mengeluarkan kebijakan yang membolehkan pembukaan sekolah-sekolah di zona hijau dan kuning.

Tentu saja pembukaan kembali sekolah-sekolah, walau diputuskan oleh masing-masing pengelolanya, bakal menjadi masalah baru jika malah menjadi sentra penyebaran Covid-19. Siapa yang bertanggung jawab? Kepala Sekolah, Dinas Pendidikan di daerah atau kepala daerahnya? Terus bagaimana tanggung jawab Kemendikbud?

Nadiem Makarim harus buka suara, berkoordinasi dengan instansi terkait dan dengan jajarannya di daerah. Jika  PJJ dilanjutkan, banyak hal yang harus diatur dan dibenahi, begitu pula sebaliknya, pembukaan kembali sekolah-sekolah di zona hijau dan kuning.

“Opera van Pendidikan” terjadi di negeri ini. Anak didik, orang tua dan guru-guru pada bingung, Mendikbudnya kemana?