75 Tahun Bom Atom Hiroshima-Nagasaki

344 views
Bom atom yang dijatuhkan AS di Hiroshima, 6 Agustus pagi 1945 menewaskan 140.000 orang, belum termasuk ribuan penyintas yang tersiksa seumur hidup akibat luka-luka bakar atau terpapar radiasi.

DIJATUHKANNYA bom atom di kota Hiroshima (6 Agustus) dan Nagasaki, (9 Agustus) Jepang 75 tahun lalu oleh Amerika Serikat mengingatkan dahsyatnya perang bagi peradaban dan  mala petaka bagi umat manusia.

Di Hiroshima, dijuluki “Little Boy“, bom uranium berdaya ledak 13 sampai 16 kiloton TNT itu begitu dijatuhkan dari pesawat pembom B-29 Superfortress dan meledak di ketinggian 600 meter, menciptakan bola api raksasa berwarna oranye yang menewaskan 130.000 orang.

Tiga hari kemudian, bom plutonium “Fat Man” berkekuatan lebih besar yakni sampai 22 kilo ton TNT dengan jenis pesawat yang sama dijatuhkan di ketinggian 500 meter di atas kota pelabuhan Nagasaki, merenggut sekitar 74.000 nyawa.

Jumlah korban tewas baru yang langsung terkena ledakan pada hari “H”, belum termasuk ribuan korban lagi yang mengalami luka bakar atau paparan radiasi nuklir yang tersiksa sepanjang hidup mereka, menderita kanker dan gangguan kesehatan lainnya akibat efek radiasi.

Opsi penggunaan bom atom, juga kota-kota di Jepang yang bakal disasar akhirnya diputuskan oleh pihak sekutu pimpinan AS sebagai jalan pintas, untuk segera mengakhiri perang demi menekan biaya dan jatuhnya lebih banyak korban manusia di kedua belah pihak dan juga biaya perang.

Kekuatan sekutu di atas angin, sementara Jepang melemah pasca  hancurnya sebagian prasarana dan sarana militer akibat bombardemen  lawan, sementara sebagian pasukanya masih betempur dan tersebar di front China, Manchuria, Taiwan, Indochina, Filipina, juga di Indonesia.

Opsi lain semula dirancang petinggi militer AS dan sekutunya yaknimelancarkan Operasi Downfall membawahi Operasi Olympic dan Operasi Coronet yang bertanggung jawab mendaratkan pasukan di masing-masing front operasi di wilayah Jepang.

Pilihan tersebut dibatalkan, karena berdasarkan hitung-hitungan, selain memakan waktu, juga bakal menimbulkan kerugian besar bagi kedua belah pihak yakni antara 400 – 800.000 tentara sekutu yang bakal   tewas, sedang di pihak Jepang lima sampai 10 juta orang.