Rahasia Usaha Tahu Pak Bukarsa Makin Diminati di Masa Pandemi

134 views

SITUBONDO –  Masa Pandemi bukan masa yang sulit bagi Pak Bukarsa (38), pria asal Desa Juglangan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, karena usaha pembuatan tahu ‘Dua Putri Jaya’ miliknya mengalami peningkatan permintaan.

Pak Bukarsa yang merupakan salah satu mitra program pemberdayaan Dompet Dhuafa Jawa Timur, memulai usaha tahu ini semenjak dari tahun 2011. Sebelumnya lahan tempat berdirinya pabrik rumah tahu ini merupakan tanah peninggalan orang tuanya dan awalnya tanah ini akan dijual. Namun Pak Bukarsa melihat bahwa potensi lain lewat tanah ini.

Di tahun awal-awal berdirinya, home industry ini mampu menghasilkan kurang lebih satu sampai dua kwintal tahu. Walaupun memang tidak selalu demikian. Mengingat waktu itu merupakan tahun awal-awal berdiri, artinya baik produksi dan pendapatan mengalami pasang surut.

“Namun di masa pandemi Covid-19 ini, Alhamdulillah, permintaan produksi tahu menjadi meningkat. Baik untuk produksi tahu mentah, tahu olahan (gorengan tahu), dan ampas tahu. Dalam sehari, kurang-lebih mampu menghasilkan empat kwintal tahu. Karena membeli tahu jauh lebih murah, lebih mudah dikonsumsi ketimbang, misalnya daging. Pasar masyarakat dibatasi. Pergerakan para pembeli dibatasi,” aku Bukarsa Minggu, (2/8/2020),dilansir dompetdhuafa.org.

Selain itu, sistem delivery juga menjadikan usahanya semakin diminati.

“Saya bersama pekerja lainnya memang mengantarkan langsung ke masing-masing rumah pembeli. Biasanya saya taruh barangnya di depan rumah. Sambil mengabarkan kalau barangnya sudah diantarkan,” akunya.

Pak Bukarsa juga termasuk pengusaha yang peduli terhadap karyawannya, karena selain gaji, para pekerja juga mendapat tahu yang setiap hari diproduksi,  “Selain mendapatkan gaji. Mereka juga boleh mengambil sisa produksi ke rumahnya. Baik itu tahu, ampas tahu, ataupun olahan tahu,” pungkasnya.

Menjadi salah satu penerima manfaat Dompet Dhuafa, dia mengaucapkan benar-benar berterima kasih kepada Dompet Dhuafa dan para donaturnya.