GANDAMANA SAYEMBARA (2)

305 views
Aria Bima mulai pasang kuda menghadapi jago Pancala, Patih Gandamana yang katanya sakti luar biasa.

WALHASIL tanpa persyaratan ini itu, tanpa harus melawan kotak kosong, Sucitra kemudian dinobatkan sebagai raja baru di Pancala. Tapi dia sangat tahu diri, dan tak pernah melupakan sejarah. Maka Gandamana ditawari jabatan untuk menjadi Komisaris BUMN di Pancala, tapi tidak mau dengan alasan pantang makan gaji buta. Dia baru bersedia ketika tawaran diturunkan dari Komisaris BUMN menjadi Dewan Penasihat kerajaan saja. Maksud Prabu Drupada, jabatan kehormatan untuk adik iparnya ini lebih lumayan ketimbang seperti Amien Rais tidak memproleh posisi apa-apa di PAN.

Gandamana mau menerima jabatan ini, karena nyaris tanpa resiko dan tanggung-jawab yang berat, karena juga tanpa gaji memang. Jika ada fasilitas, paling-paling dibebaskan dari pembayaran PBB, rekening listrik, tambahan pulsa paketan sebulan Rp 250.000,- Bagi Gondomono, ini sudah bisa ngomong sampai bibir ndower.

“Maaf ya dimas Gandamana, karena sampeyan tak mau jadi Kepala Lembaga dan Komisaris BUMN, posisi yang pantas untukmu menjadi Dewan Penasihat kerajaan saja.” Kata raja baru Pancala, Prabu Drupada Raden Ngabehi Loring Pasar.

“Oh, nggak papa. Wong aku juga nggak pengin ini itu lagi. Bagiku yang penting sekarang, bisa mangan enak, turu kepenak, ngising ya kepenak.” Jawab Gandamana sangat sederhana.

Demikianlah, selama menjadi raja di Pancala Prabu Drupada dalam perkawinannya melawan Dewi Gandawati telah melahirkan tiga putra, yakni Drupadi, Srikandi dan Trustajumena. Ketika telah tumbuh dewasa, kecantikan si sulung sungguh luar biasa, tak kalah dengan bintang sinetron seribu episode. Karenanya banyak yang naksir untuk dijadikan permaisuri. Tanpa ada pendaftaran, tanpa ada unggahan status, tahu-tahu peminat Dewi Drupadi sudah 50  orang, dari kalangan adipati, tumenggung sampai penewu dan Pak RW.