Surabaya Keluar dari Zona Merah dan Masuk Zona Orange

ILUSTRASI Pemeriksaan tes cepat (rapid test) untuk menguji sampel paparan virus corona COVID-19. (ANTARA/HO/Humas Pemprov DKI Jakarta)

SURABAYA – Berdasarkan Peta Risiko Bersatu Lawan Covid-19 yang dikelola Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pusat, Kota Surabaya sudah keluar dari zona merah dan masuk zona oranye penyebaran Covid-19.

Ketua Rumpun Kuratif Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim dr. Joni Wahyuhadi mengatakan, pewarnaan risiko setiap daerah ini ditentukan Gugus Tugas pusat. Ada 15 kriteria dalam pewarnaan risiko atau zonasi tingkat risiko itu yang terbagi dalam tiga faktor besar: Epidemiologi, surveilans, dan pelayanan kesehatan.

“Dari sisi epidemiologi yang paling penting, yang nilainya paling banyak 10 persen itu penurunan jumlah meninggal misalnya. Jadi bukan kumulatif, tapi penurunannya,” kata Joni, Selasa (11/8/2020), dilansir Republika.co.id.

Joni mengatakan oranye itu bukan berarti orang tidak bisa tertular karena kasusnya masih ada. Bahkan, yang sudah hijau pun tetap harus hati-hati. Artinya protokol kesehatan tetap harus ditegakkan.

Berkaitan pembukaan sekolah untuk pembelajaran tatap muka misalnya, dia juga menekankan, itu harus dilakukan secara lebih hati-hati, sebagaimana pesan Mendikbud. Karena dikhawatirkan digelarnya pembelajaran tatap muka malah menjadi tempat penularan baru Covid-19.