Mencari Besan Orang Kaya

467 views
Ikut perkawinan massal karena tidak mampu, tapi sesungguhnya kawin massal justru meningkatkan populasi kemiskinan.

MEMBANGKITKAN ekonomi rakyat menurut Presiden lewat stimulus dan deregulasi. Tapi kata Menko PMK Muhadjir Effendi, paling efektip jika orang miskin bisa mencari besan orang kaya. Jika mengikuti alur pemikiran Pak Menteri, maka pernikahan massal yang sering diselenggarakan para praktisi sosial, sesungguhnya hanyalah pengemangbiakan kemiskinan.

Baik sebelum Corona maupun setelah Corona, Presiden mencoba membangkitkan ekonomi rakyat melalu berbagai regulasi yang disederhanakan. Setelah ada Corona, berbagai stimulus diberikan. Seperti dalam kondisi seperti sekarang ini, pemerintah melupakan dulu pertumbuhan ekonomi 7 persen, bisa lolos dari resesi di kwartal III-2020 saja sudah untung.

Tapi menurut Menko PMK Muhadjir Effendi sebagaiamana yang pernah dikatakaannya, untuk meningkatkan ekonomi rakyat bisa juga lewat pendekatan keluarga. Misalnya, kalau orang miskin cari mertua atau besan, hendaknya dari keluarga berada. Cara seperti itu pada akhirnya akan ngefek pada keluarga si miskin, dalam arti ekonomi ikutan bangkit.

Muhadjir Effendi juga menyarankan, para calon pengantin sebelum dinikahkan di KUA dicermati dulu, dari kalangan keluarga berada atau miskin. Jika dari keluarga miskin, seyogyanya diberi pelatihan ketrampilan, sehingga bisa bisa mengembangkan ekonominya lewat ilmu barunya tersebut.

Maka jika merujuk “ilmu”-nya Pak Menko, para peserta perkawinan massal harus semuanya diberi pelatihan ketrampilan, sebab mereka adalah keluarga-keluarga miskin yang terpaksa kumpul kebo atau kawin siri gara-gara keterbatasan dana. Maka perkawnan massal tak lebih hanya ajang memperluas populasi orang miskin belaka.

Pendapat Pak Menko tak semuanya benar. Ada orang yang gengsi nunut kamukten (numpang kaya) pada orang lain. Tapi ombyokan juga orang kaya tak mau besanan atau ambil mantu orang miskin, bisa menurunkan kehormatan katanya. Paling celaka jika ketemu mantu yang sengaja mau menggerogoti mertua (nunggu warisan).