PBB Sambut Baik Normalisasi Israel-UEA

Juru bicara PBB Stephane Dujarric

JENEWA – Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan jika PBB menyambut baik pengumuman kesepakatan antara Israel dan Uni Emirat Arab untuk menormalisasi hubungan kedua negara.

Menurut dia, kesepakatan itu akan menciptakan peluang untuk mempromosikan perdamaian di Timur Tengah.

Di bawah perjanjian tersebut, Israel sepakat untuk menangguhkan rencananya dalam mencaplok wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Kesepakatan itu dicapai setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan Putra Mahkota UEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan berdiskusi via telepon.

“Aneksasi akan secara efektif menutup pintu negosiasi dan menghancurkan prospek solusi dua negara Palestina,” kata Dujarric dalam sebuah pernyataan.

Dujarric mengungkapkan bahwa Sekretaris Jenderal Antonio Guterres juga menyambut baik perjanjian tersebut.

“Sekjen PBB berharap kesepakatan itu akan menciptakan kesempatan bagi para pemimpin Israel dan Palestina untuk terlibat kembali dalam negosiasi yang berarti,” kata dia lagi.

Guterres juga berjanji akan bekerja sama dengan semua pihak demi dialog, perdamaian, dan stabilitas.

Namun pimpinan Palestina telah menolak dan mengecam kesepakatan tersebut.

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh menegaskan dukungannya untuk Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam menolak pengumuman tripartit AS, UEA, dan Israel.

“Kesepakatan itu tidak melayani kepentingan Palestina dan mengabaikan hak-hak rakyat Palestina. Ini menunjukkan konspirasi besar-besaran terhadap rakyat Palestina,” tegas Haniyeh, dikutip Anadolu.