DURMAGATI SUWARGA (1)

Durmagati dinasehati Durna malah nantang siap dipecat. Jadi Youtuber malah bisa kaya, katanya.

SESUNGGUHNYA kekuasaan yang diraih Prabu Duryudana raja Ngastina sama sekali tidak legimitid. Itu adalah rekayasa politik canggih ala Sengkuni dan Dewi Gendari. Karena pemilik sah penerus kerajaan yang asli adalah keturunan Pandu. Tapi kemudian ketika Plt raja Ngastina dipegang oleh Destarata yang bermata buta, kelemahan ini dimanfaatkan oleh kakak beradik Gendari – Sengkuni.

Sengkuni atau Haryo Suman, adalah politisi non partai di Ngastina yang handal sekaligus nakal. Kelihatannya amanat sebetulnya jahat, nampaknya baik tapi sebenarnya licik. Dia melihat ponakannya yang Kurawa Satus (100) tanpa masa depan jika gagal menguasai negeri Ngastina. Jika Ngastina diberikan kepada keluarga Pendawa Lima sebagai pewaris asli Ngastina, anak-anak Gendari mau makan apa? Paling banter dijadikan lurah atau Camat. Nanti ujung-ujungnya kan Gendari-Sengkuni dituduh membangun dinasti.

“Jika Kurawa 99 kita jadikan Stafsus (Staf Khusus) di Istana Gajahoya, kan tidak nyolok amat. Beda jika mereka kita tunjuk menjadi bupati atau walikota, pasti Istana dibully habis.” Kata Sengkuni.

“Tapi apa nggak kebanyakan? Gubernur Anies di Jakarta angkat 70 TGUPP saja dibully tanpa henti.” Jawab Gendari.

“Ya iyalah, kan mereka kebanyakan Timses-nya saat pilkada. Mereka digaji utuh, dapat THR, tidak kenal musibah Corona.”

“Kita harus lebih pinter dari Gubernur DKI.”

Demikianlah, dengan rekayasa politik nan canggih Sengkuni, putra sulung Dewi Gendari Jaka Pitono berhasil dijadikan raja Ngastina, sementara Pendawa Lima terusir masuk hutan selama 12 tahun. Sedangkan Sengkuni dijadikan patih definitip berkedudukan di rumah dinas Plasa Jenar yang kemudian  diaku menjadi milik sendiri melalui rekayasa sertifikat Kantor Agraria.

Yang menarik, saat wisuda Jaka Pitono menjadi raja, terjadi keajaiban. Ritual calon raja Ngastina harus mampu menduduki dampar warisan Prabu Palasara pendiri negeri Ngastina. Ternyata Joko Pitono tidak mampu. Setiap naik ke dampar, dia langsung melorot persis Gogon Srimulat. Dipegangi banyak orang biar tidak melorot, malah ngobrok alias muntaber di celana.