DURMAGATI SUWARGA (1)

Tentu saja kebijakan Prabu Jokopit banyak diserang publik. Celakanya, pengritik raja Ngastina itu bukan saja kalangan oposisi, tapi adik sendiri yang bernama Durmagati, juga getol mengeritik kakak sendiri. Bukan saja Jokopit, Haryosum (Patih Sengkuni) sering pula dikritisi. Maka tak mengherankan Durmagati sering jadi narasumber di ILC bersama Rocky Gareng.

“Durmagati, kamu kok jadi musuh dalam selimut. Tega amat, kakak sendiri kok “dibantai” seperti itu.” Tegur Pendita Durna.

“Aku sih gampang. Kalau nggak suka ya pecat saja, nanti saya mau jadi Youtuber namaku jadi Refly Durma, ha ha ha……” jawab Durmagati sambil tertawa ngakak tanpa beban.

“Oo, lha cah gemblung……” ujar Pendita Durna sambil ngeloyor pergi.

Ketemu Durmagati memang harus siap dipermalukan karena ora oman papan (terdesak). Memang tidak pintar ngomong, tapi sekali ngomong opininya mengejutkan, susah untuk dibantah. Bahkan dirinya sendiri pernah digasaki adik Prabu Jokopit yang bertubuh pendek tapi perut gede itu. Wayang Propit menyebutnya “ikan buntal”. Jangankan daging, omongannya saja beracun.

Sebelum mau diangkat jadi nujum (penasihat) Ngastina, dia pernah ditelanjangi Durmagati. Katanya, jejak rekam Durna tidak bagus, karena pernah terlibat skandal seks dengan kuda, meski itu kuda made in kahyangan. Dan Durna tidak layak menjadi penasihat kerajaan, karena masih doyan perempuan dalam usianya di atas 60 tahun. Pernah ngejar-ngejar Dewi Rukmini dari Kumbina, Srikandi dari Pancala, Setyaboma dari Lesanpura. Semuanya gatot alias gagal total.

“Sangat tidak etis, seorang nujum dan pendita kok tidak fokus, masih mikir selangkangan melulu.” Kata Durmagati waktu itu.

“Ssst, jangan keras-keras nanti kamu ditangkap dan dibawa ke Guntur lho!” kata Kartomarmo. (Ki Guna Watoncarita)