Ratusan Juta Anak di Dunia Kesulitan Akses Pembelajaran Jarak Jauh

108 views
Ilustrasi pembelajaran jarak jauh/ Republika

JAKARTA – UNICEF  melaporkan sepertiga anak di seluruh dunia atau 463 juta anak mengalami kesulitan mengakses pembelajaran jarak jauh setelah kegiatan di sekolah dihentikan akibat Covid-19.

“Pembelajaran jarak jauh tidak terjadi bagi setidaknya 463 juta anak yang sekolahnya ditutup akibat Covid-19,” ujar Henrietta Fore, Direktur Eksekutif UNICEF.

Fore mengatakan jumlah besar anak yang pendidikannya terhenti selama berbulan-bulan dan tanpa kepastian menunjukkan situasi darurat di sektor pendidikan.

“Konsekuensi situasi ini akan terasa, baik dari segi ekonomi maupun oleh masyarakat, selama beberapa dekade ke depan,” ucap dia.

Pada masa puncak karantina nasional dan wilayah di berbagai belahan dunia, jumlah anak yang terdampak penutupan sekolah mencapai hampir 1,5 miliar.

Laporan yang berjudul The Remote Learning Reachability ini pun menguraikan keterbatasan pembelajaran jarak jauh dan mengungkap jurang ketidaksetaraan akses yang mendalam.

“Data yang dikumpulkan dari 100 negara mencakup akses kepada televisi, radio, dan internet serta ketersediaan kurikulum yang disampaikan melalui berbagai platform ini selama sekolah ditutup,” ungkap Fore.

Selain itu, Fore mengungkapkan anak-anak bersekolah yang berasal dari rumah tangga termiskin dan tinggal di kawasan perdesaan adalah yang paling potensial tertinggal pelajaran selama penutupan sekolah.

Sebanyak 72 persen murid yang tidak dapat mengakses pembelajaran adalah anak-anak yang berasal dari rumah tangga termiskin di negaranya.

UNICEF mendorong pemerintah berbagai negara untuk memprioritaskan pembukaan kembali sekolah dengan aman seiring karantina dan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat mulai dilonggarkan.

“Apabila keadaan belum memungkinkan, UNICEF mendorong agar rencana pembukaan sekolah menyertakan pembelajaran tambahan yang dirancang untuk mengompensasi hilangnya pembelajaran saat sekolah ditutup,” ujar dia, dikutip Anadolu.