Lagi-lagi Bentrok (oknum) TNI vs Polisi

19.726 views
Kantor Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur diserang seratusan oknum-oknum tentara (29/8) yang diprovokasi salah satu rekan mereka bahwa ia dikeroyok polisi, padahal ia mengalami kecelakaan tunggal, jatuh dari sepeda motor. (image: Tempo)

BENTROKAN, terkadang sampai merenggut nyawa antara sesama aparat keamanan,  TNI dan Polri, sering terjadi di negeri ini, dan sejauh ini belum ada solusinya secara komprehensif agar kejadian memalukan itu tidak terus terulang.

Coba tanyakan, nggak usah lah di negara-negara maju, di kalangan negara-negara anggota ASEAN saja,  apa ada kejadian seperti itu di negeri mereka, apalagi berulang kali.

“Begaduh, untuk apa? mereka sama-sama pegawai kerajaan, kalau di jalan-jalan (di ruang publik maksudnya), otoritas ada di tangan polis, askar untuk urus pertahanan “  jawab wartawan Malaysia ketika ditanyakan apakah  di negerinya polisi dan tentara juga sering bentrok.

Di negeri ini lain lagi, sekitar 100-an (oknum TNI) menyerang dan melakukan perusakan Mapolsek Ciracas dan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Sabtu dini hari (29/8) setelah menerima pesan SMS dari salah satu rekan mereka, Prada MI yang mengaku dikeroyok oleh oknum-oknum polisi.

Faktanya, dari tayangan CCTV pemilik toko di lokasi kejadian, Prada MI sebenarnya cuma mengalami kecelakaan tunggal saat berkendara sepeda motor di kawasan Cibubur, jadi menyampaikan kabar bohong pada rekan-rekannya.

Rekan-rekan MI sependidikan angkatan 2017, agaknya dengan semangat korsa (esprit de corps) tinggi, membabi-buta melakukan penyerangan dan perusakan bangunan dan prasarana kedua mapolsek,  sejumlah kendaraan dan bahkan juga kios-kios dan warung-warung di sekitarnya.

Walau TNI dan Polri baru akan membentuk tim gabungan guna mengusut tuntas kasusnya, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman dalam pernyataan resmi terkait kronologis kejadian,  secara tersirat menyebutkan keterlibatan aparat militer dalam kejadian itu.

Kejadian Kedua di Mapolsek Ciracas

Bagi Mapolsek Ciracas sendiri, ini adalah kejadian kedua setelah hal serupa pada 11 Desember 2018, bermula dari aksi pengeroyokan terhadap perwira TNI-AL Kapten Komaruddin oleh sejumlah juru parkir di sebuah super market dekat polsek.