Corona Mencekik Warga Gaza, Air Pun Langka

156 views
Anak Palestina meminum air dari kran yang tersedia untuk umum. Air menjadi langka di Gaza. PIP

Seorang warga Gaza, Iyad Ayub, mengatakan bahwa pada akhirnya di terpaksa keluar dan melanggar larangan keluar rumah yang diberlakukannya pada keluarganya karena takut berjangkitnya virus Corona.

Dia bersama putra-putranya membawa empat galon kosong untuk diisi air dari stasiun desalinasi terdekat, yang jaraknya lebih dari satu kilometer dari rumah mereka, setelah kesebarannya habis untuk menunggu air yang mereka gunakan di minum, memasak dan mencuci.

Warga Gaza berusia 44 tahun ini mengeluh bahwa mereka tidak menerima air selama berhari-hari. Dia menyatakan telah menghubungi pemerintah kota dan saluran air darurat lebih dari sekali, tetapi dia tidak mendapat tanggapan.

Dia berkata, “Kami memaklumi bahwa negara ini dalam keadaan darurat. Ada tekanan besar pada mereka. Akan tetapi kami ingin hidup. Kami membutuhkan air untuk minum dan membersihkan rumah-rumah kami agar virus tidak masuk ke dalam rumah.”

Dengan keadaan darurat dan jam malam di Jalur Gaza memasuki hari ketujuh, dengan kemungkinan diperpanjang di hari-hari berikutnya akibat pandemi Corona, maka penderitaan warga terus memburuk, terutama terkait kelangkaan air minum dan untuk mencuci (tangan).

Sejak penjajah Israel mencegah masuknya bahan bakar untuk satu-satunya pembangkit listrik di Jalur Gaza lebih dari dua minggu lalu, dan rumah-rumah di Jalur Gaza mengeluhkan kekurangan air karena ketidakkonsistenan jadwal listrik, yang dalam kondisi terbaiknya, hanya menyala empat jam saja dalam sehari semalam ke rumah-rumah warga, dan dengan terjadinya kasus virus Corona di dalam Jalur Gaza, maka krisis yang dialami warga meningkat akibat jam malam yang diberlakukan terhadap lebih dari dua juta warga Palestina agar tetap tinggal di rumah mereka tanpa keluar kecuali untuk urusan yang sangat mendesak.