PNS Wanita Poliandri

495 views
Ziona Chana dari India, punya istri 39, seakan bersaing dengan raja-raja di Jawa.

UU Perkawinan No. 1 tahun 1974, menyebutkan:  seorang pria hanya boleh mempunyai seorang istri dan seorang wanita hanya boleh mempunyai seorang suami. (pasal 3). Tapi entah kenapa kini mulai banyak perempuan bersuami dua dengan berbagai motifnya. Bahkan Menpan-RB Tjahjo Kumolo terkaget-kaget ketika ada laporan 5 PNS wanita kedapatan bersuami dua alias poliandri.

Sejak Orde Baru (1983) hingga sekarang, PNS atau ASN dilarang berpoligami, yang nekad pecat. Jika pun ada dispensasi, harus izin istri dan atasan. Tapi belakangan makin nekad saja, sejumlah PNS wanita pun kini berani poliandri alias “slendro pelog”            (bersuami dua).

Berdasarkan PP 10 tahun 1983, pemerintah melarang PNS lelaki beristri dua atau lebih. Soalnya tahu sama tahulah, gaji PNS itu pas-pasan saja. Jika sampai punya dua dapur, jelas tidak mencukupi. Nah, yang begini ini dikhawatirkan suami lalu akan korupsi baik yang kecil-kecilan maupun besar-besaran.

Entah kenapa, pemerintah Orde Baru dengan PP No. 45/1990 memberi sedikit kelonggaran. Lelaki PNS boleh poligami sepanjang ada izin istri dan Kepala Kantornya. Tapi faktanya ketentuan pemerintan itu banyak yang dilanggar. Maklumlah, aurat mengalahkan surat. Maka pada awal Januari 2020 telah dipecat 73 PNS gara-gara langgar persyaratan poligami.

Lelaki berpoligami jarang yang beralasan untuk mengangkat derajat wanita yang hendak dinikahi. Kebanyakan bukan derajat, tapi syahwat! Karenanya baik perawan atau sudah janda, pasti yang diambil yang masih muda dan mulus bebas dempul.

Entah alasan emansipasi atau bagaimana, kini wanita pun mulai banyak yang berani bersuami dua. Di kalangan PNS, menurut Menpan-RB Tjahjo Kumolo, tercatat sudah ada 5 PNS wanita ber-“slendro pelog” jika menurut istilah Jawa.