Sepakat Terus Lawan Israel, Hamas dan Hizbullah Bertemu

686 views
Perayaan ulang tahun ke-28, Hamas di Gaza. Foto:ibtimes

JAKARTA – Pemimpin gerakan Hizbullah, Lebanon dan kelompok Hamas Palestina bertemu untuk membahas normalisasi diplomatik antara Israel dan negara-negara Arab.

Kedatangan pimpinan Hamas, Ismail Haniya ke Ain al-Helweh, sebuah kamp pengungsi Palestina terbesar di Lebanon, Ahad (6/9/2020) lalu disambut sebagai pahlawan.

Dikutip dari rmol, Al-Manar melaporkan, pertemuan antara Hassan Nasrallah, pimpinan Hizbullah, kelompok perlawanan Syiah yang didukung Iran, dan Haniya menekankan perlunya stabilitas dari poros perlawanan terhadap Israel.

Mereka membahas perkembangan politik dan militer di Palestina, Lebanon dan kawasan sekitar lainnya dan ancaman bahaya bagi perjuangan Palestina. Termasuk rencana negara-negara Arab di kawasan Teluk Persia untuk membuka hubungan diplomatiknya dengan Israel.

Pertemuan itu digelar setelah pada 13 Agustus 2020 lalu, Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) menyepakati dibukannya hubungan diplomatik antar kedua negara. Perkembangan politik yang diprakarasai Amerika Serikat (AS) dengan alasan menggalang aliansi regional untuk melawan Iran ini, dianggap Palestina sebagai “tusukan dari belakang”. Karena di saat yang sama, Palestina merasa dibiarkan berada di bawah penjajahan Israel.

Apalagi, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menyatakan, Israel kini juga terus menggelar pembicaraan dengan para pemimpin negara Arab dan Muslim lainnya tentang perlunya membuka hubungan diplomatik. Terutama setelah terjalinnya hubungan diplomatik Israel dengan UEA pada 13 Agustus 2020 lalu, Mesir pada 26 Januari 1980 dan Yordania pada 26 Oktober 1994.