Dua Tentara Myanmar Membelot dan Bongkar Kesaksian Jika Komandan Perintahkan Kekerasan Terhadap Rohingya

552 views
Ilustrasi pegunugsi rohingya di tengah banjir di Bangladesh, PBB Upayakan penyelamatan/ Anadolu

MYANMAR – Kelompok hak asasi manusia mengatakan  dua tentara yang membelot dari militer Myanmar membongkar dan memberikan kesaksian  bahwa mereka diperintahkan oleh komandan mereka untuk melakukan kekerasan terhadap muslim Rohingya.

Mereka mengaku diperitahkan “menembak semua yang Anda lihat dan yang Anda dengar” di desa-desa tempat tinggal minoritas Muslim Rohingya.

Kelompok Fortify Rights menyarankan agar mereka dapat memberikan bukti penting untuk penyelidikan yang sedang dilakukan oleh Pengadilan Pidana Internasional.

Fortify Rights, yang fokus pada isu Myanmar, mengatakan dua prajurit itu melarikan diri dari negara itu bulan lalu, dan diyakini berada dalam tahanan Pengadilan Kriminal Internasional di Belanda, yang menyelidiki masalah kekerasan terhadap etnis Rohingya.

Menurut Fortify Rights, prajurit Myo Win Tun (33 tahun), dan Zaw Naing Tun (30 tahun), yang bertugas di batalyon infanteri yang terpisah, memberikan “nama dan pangkat 19 pelaku langsung dari tentara Myanmar, termasuk mereka sendiri, serta enam komandan senior, mereka mengklaim memerintahkan atau berkontribusi pada kejahatan kekejaman terhadap Rohingya.”

Dilaporka Associated Press, video-video itu direkam pada Juli ketika para tentara berada dalam tahanan Tentara Arakan, sebuah kelompok gerilyawan etnis di Rakhine yang terlibat dalam konflik bersenjata dengan pemerintah.

Video juga dilengkapi dengan teks terjemahan dalam bahasa Inggris dan diungah di laman akunFortify Rights di situs berbagi video.