Baharain Resmi Ikuti UEA Jalin Normalisasi Hubungan dengan Israel

Ilustrasi Menteri Luar Negeri Israel Katz (kiri) dan Menlu Bahrain Sheikh Khalid bin Ahmed Al Khalifah berdiri bersama dalam sebuah acara di AS, 18 Juli 2019/ Press TV

WASHINGTON – Israel dan Bahrain sepakat untuk menjalin hubungan diplomatik penuh mengikuti negara tetangganya Uni Emirat Arab (UEA) yang menormalisasi hubungan dengan Israel bulan lalu.

Perjanjian terbaru dibahas selama percakapan telepon antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa, menurut pernyataan bersama Amerika Serikat (AS)-Bahrain-Israel yang di-posting di Twitter oleh Presiden AS Donald Trump.

“Pembukaan dialog langsung dan hubungan antara dua masyarakat dinamis dan ekonomi maju akan melanjutkan transformasi positif Timur Tengah dan meningkatkan stabilitas, keamanan dan kemakmuran di kawasan,” kata Trump.

Keputusan untuk menormalkan hubungan datang selang satu minggu sebelum UEA dan Israel secara resmi akan menandatangani perjanjian mereka di AS.

Kepemimpinan Palestina sebelumnya mengecam kesepakatan UEA-Israel, mengatakan itu tidak akan melayani kepentingan Palestina dan mengabaikan hak-hak Palestina.

Dilansir Anadolu, Otoritas Palestina mengatakan kesepakatan apa pun dengan Israel harus didasarkan pada Prakarsa Perdamaian Arab 2002 dengan prinsip “tanah untuk perdamaian” dan bukan “perdamaian untuk perdamaian”