Kiat Santai Swedia Menaklukkan Covid-19

141 views
Swedia tidak memberlakukan lockdown atau PSBB karena kesadaran dan disiplin warganya sudah sangat tinggi mematuhi protokol kesehatan untuk menghindari paparan Covid-19

SWEDIA, dikenal dengan caranya yang paling santai melawan  penyebaran virus corona baru SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, tanpa kebijakan lockdown, ternyata mampu mengendalikan virus ganas itu.

Pada saat kasus-kasus paparan Covid-19 di sejumlah negara tetangganya melonjak, kasus paparan virus tersebut di Swedia yang pernah mencapai tertinggi di Eropa malah turun, jauh lebih rendah ketimbang di Inggeris, Spanyol dan Perancis.

Seperti dikutip the Daily Mail (11/9), pada uji swab test yang dilakukan pekan lalu, hanya 1,2 persen warga positif terpapar Covid-19 atau terendah sejak awal pandemi sehingga saat ini statusnya sebagai negeri yang masuk daftar karantina oleh Inggeris dicabut.

Sebagai perbandingan, DKI Jakarta yang dilockdown (dengan PSBB) sejak 10 April sampai 3 Juni, dilanjutkan lima kali perpanjangan PSBB Transisi dengan pelonggaran kegiatan publik dan usaha (4 Juni – 13 Sept.), balik lagi ke PSBB ketat (14 – 27 Sept.), namun korban Covid-19 terus melonjak.

Sementara Swedia, saat kurva kasus Covid-19 berada di puncaknya pun  tidak ada lockdown (PSBB). Rakyat tidak harus tinggal di rumah, murid-murid tetap bersekolah dan restoran pun tetap ramai melayani tamu untuk bersantap.

Pakar epidemiologi di negara Nordik itu juga menganggap, mengenakan  masker bukan  cara efektif mencegah penularan virus, dan meyakini  lockdown total tidak bakal mampu mencegah kematian demi kematian akibat Covid-19.

Bedanya, rakyat Swedia selalu mencuci tangan dan melakukan  “social distancing”, sementara tingkat kepercayaan pemerintah pada mereka juga sangat tinggi, sehingga aksi pencegahan Covid-19 dilakukan sukarela, namun mereka tetap patuh walau anjuran untuk tinggal di rumah bakal berlangsung lama.

Semula Tertinggi di Eropa

Tingkat positif kasus infeksi Covid-19 di Swedia tertinggi di Eropa pada pertengahan Juni lalu yang berdasarkan hasil skrining, lebih dari 1.000 orang positif corona per hari.