Tim DMC Dompet Dhuafa Ungkap Alasan Banyak Terjadinya Kematian Anak akibat Tenggelam

98 views

JAKARTA – Data Badan Kesehatan Sedunia (WHO) melaporkan kematian karena tenggelam termasuk 10 penyebab utama kematian anak-anak dan orang muda.

Menurut Data WHO 2014, setiap tahun 372.000 orang mati karena tenggelam dan 90 persen dari kematian ini terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah hingga menengah.

Setiap jam lebih dari 40 orang mati tenggelam baik karena sebab umum maupun karena bencana besar,dan terjadi di negara berpenghasilan rendah. Di Indonesia sendiri kasus ini sering terjadi, dan banyak menimbulkan korban jiwa anak-anak.

Abdul Azis (Manager Respon DMC) dan Adhe Indra Saputra (Team Respon DMC), mengatakan data dari BNPB, pada musim hujan kemarin ada enam belas korban jiwa beberapa diantaranya karena terseret arus.

“Setelah banjir selesai yang kami lakukan terjun langsung di kasus ini lebih dari 15 kejadian, karena Jakarta dilewati ada 13 Sungai besar, cukup banyak danau waduk dan kubangan, dan itu menjadi titik sering terjadi kecelakaan khusunya anak-anak, tempat yang dipakai untuk bermain,” ujarnya dalam online talkshow bersama ZTV, Rabu, 15 September 2020.

Ditambahkannya, kebanyakan anak-anak tidak paham jika kondisi air di hulu dan hilir kadang berbeda.

“Kita nggak tahu arus di hulu seperti apa, jika hujan otomatis arus akan deras dan tidak diketahui anak, dan itu juga karena kurangnya pengawasan dari orang tua,” tambahnya.

Menurut Abdul Azis, salah satu faktor banyaknya terjadi kecelakaan tersebut karena informasi yang masuk ke taman-teman organisasi atau LSM  yang bergerak di rescue itu tidak sampai ke masyarakat, “Ketika kita dapat info kenaikan debit air, tidak sampai informasinya, jadi salah satu faktor penyebab terjadinya kecelakaan.”

Untuk meminimalisirnya, menurut Abdul Azis, diperlukan adanya sosialisasi pada masyarakat, misalnya seperti yang dilakukan Komunitas Ciliwung yang kerap memberikan sosialisasi pada masyarakat yang ada di bantaran Ciliwung.