Netanyahu Disebut Sebagai Pelopor Utama Penindasan Israel pada Palestina

498 views

TEPI BARAT – Selama masa kepemimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, hampir 3.500 warga Palestina, termasuk banyak wanita dan anak-anak, tewas dan ribuan lainnya terluka dalam serangan pasukan Israel.

Menurut data kelompok hak asasi Israel B’Tselem, hampir 3.500 warga Palestina Palestina terbunuh dalam serangan pasukan Israel di Tepi Barat dan pengepungan Jalur Gaza sejak 2009, ketika Netanyahu menjadi perdana menteri.

Dari hampir 3.500 warga Palestina yang tewas dalam serangan Israel, 799 di antaranya anak-anak, dan 342 lainnya adalah wanita.

Netanyahu, yang ditampilkan sebagai salah satu pelopor utama penindasan dan pelanggaran Israel terhadap Palestina, menjabat sebagai perdana menteri selama dua serangan berdarah di Jalur Gaza di bawah blokade oleh tentara Israel.

Menurut data dari B’Tselem, 167 warga Palestina tewas dalam serangan Israel tahun 2012 di Gaza.

Tahun 2014 menjadi salah satu tahun paling berdarah dalam sejarah Palestina karena serangan yang dilancarkan Israel di Gaza pada 8 Juli, di bawah kepemimpinan Netanyahu.

Menurut laporan PBB, tentara Israel menyerang Gaza dengan 6.000 serangan udara dengan hampir 50.000 tank dan peluru artileri selama 50 hari.

Serangan Israel telah membunuh 2.251 warga Palestina, termasuk 551 anak-anak dan 299 wanita, dan lebih dari 11.000 orang terluka, dan lebih dari 1.500 anak-anak menjadi yatim piatu.

Otoritas Palestina mencatat bahwa 28.366 rumah warga di kota tersebut hancur, terutama akibat serangan udara, di mana 3.329 rumah hancur seluruhnya dan 23.445 lainnya hancur sebagian.

Sekitar 65.000 warga Palestina kehilangan tempat tinggal di Gaza, di mana infrastruktur umum rusak parah akibat serangan itu.