Nasib Tragis Bos Kartel Narkoba

1.101 views
Bos Kartel Narkoba Norte de Valle di Kolombia, Carlos Bento Renteria Mantila (75) tewas ditembak orang tak dikenal di rumahnya 16/9 lalu. Nasibnya seperti yang dialami gembong narkoba legendaris, Pablo Escobar yang terbunuh pada 1993.

BERGELIMANG harta dan sering juga wanita, hidup bos kartel narkoba Kolombia, Carlos Bento Renteria Mantila (75) berakhir di ujung peluru, sama seperti nasib yang menimpa gembong kartel Medelin yang legendaris, Pablo Escobar yang terbunuh pada 1993.

Renteria yang memimpin kartel Norte del Valle dilaporkan ditembak mati di rumahnya di kawasan Sajonia, Tulua, Kolombia, Rabu (16/9)  saat baru saja kembali ke negerinya setelah mendekam di bui di AS selama tujuh tahun.

Media lokal mengungkapkan, Renteria tengah duduk santai ketika tiba-tiba seorang pelaku tak dikenal menghampiri dan memberondong kepalanya dengan pistol rakitan, lalu melarikan diri dengan sepeda motor.

Aparat keamanan setempat langsung memperketat keamanan di sekitar TKP untuk mengantisipasi kemunngkinan aksi balas dendam dari anak buah Renteria.

Sejauh ini, belum diketahui identitas eksekutor yang menyebabkan kematian Renteria, namun saat hayatnya, almarhum memiliki banyak musuh, selain aparat negara juga geng-geng kartel lainnya yang saling bersaing dan berebut pengaruh.

Seperti dikutip tabloid The Sun (18/9), Renteria disebut mulai mengelola bisnis penyelundupan narkoba pada medio 1970-an dan “kerajaannya” mulai bangkit dan menancapkan pengaruh setelah gembong kartel Medelin, Pablo Escobar tewas pada 1993.

Renteria pernah menolak dipalak sebesar 2,43 milyar dollar AS (sekitar Rp36 triliun)  oleh kartel Cali, rivalnya yang dipimpin oleh duet kakak beradik Miguel dan Gilberto Rodriguez Orejuala

Kartel Norte del Valle pernah mengapalkan kokain dalam jumlah besar ke Meksiko dan Peru sebelum diselundupkan ke “Negeri Uncle Sam”.  Kepolisian AS menawarkan hadiah lima juta dollar AS (sekitar Rp 74 miliar) bagi siapa yang bisa mengincar kepala Renteria.

Pemerintah AS dilaporkan juga menyasar berbagai aset yang dimiliki Renteria, mulai dari lahan dan industri pertanian, hotel, klinik sampai  tim sepak bola Cortulua dan membekukan 34 properti miliknya pada 2006 saat kejayaan kartelnya mulai runtuh.