Isu Rasisme Anti Palestina Terpa University of Toronto Kanada

JAKARTA – Mahasiswa dan dosen University of Toronto, Kanada menuntut dibukanya kembali rekruitmen terhadap seorang pakar internasional. Rekruitmen ini dibatalkan oleh pihak manajemen kampus, diduga karena terkait proposal untuk mengungkap dugaan pelanggaran HAM Israel di wilayah Palestina.

Fakultas Hukum University of Toronto dituduh memblokir perekrutan Valentina Azarova sebagai Direktur Program Hak Asasi Manusia Internasional (IHRP), menyusul tekanan oleh hakim federal, yang juga merupakan donor utama fakultas, seperti dikutip media Kanada, Toronto Star.

Dilansir rmol, Azarova adalah seorang praktisi dan peneliti hukum internasional. Dia juga memegang sejumlah jabatan di beberapa universitas, termasuk di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang kini diduduki Israel. Bidang penelitiannya antara lain mencakup penahanan imigrasi, perdagangan senjata, pendudukan dan aneksasi.

Di email yang dikirim pada 12 September kepada Dekan Fakultas Hukum University of Toronto, Edward Iacobucci, kutip media Kanada lainnya, The Globe and Mail, dua mantan Direktur Program IHRP menyatakan, fakultas tersebut mengajukan tawaran kepada Azarova, dan sudah dia terima pada Agustus lalu.

Namun ketika seorang hakim di Pengadilan Pajak Kanada, yang namanya belum diungkapkan, menyatakan kekhawatirannya tentang Azarova, Iacobucci lalu membatalkan tawaran tersebut.

Keputusan itu kemudian memicu serangkaian pengunduran diri di kampus tersebut, termasuk oleh Profesor Hukum Audrey Macklin. Padahal, sebagai Ketua Komite Penerimaan, dialah yang meyakini, Azarova sebagai kandidat terbaik untuk posisi itu.