Tuding Pengkhianat, Palestina Tangkap Para Pendukung Kesepakatan UEA-Israel

1.141 views
Warga Palestina menentang normalisasi hubungan antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel baru-baru ini. (fotoReuters)

JAKARTA – Pasukan keamanan Palestina menangkap tujuh pendukung politisi Palestina yang diasingkan, Mohammed Dahlan. Alasannya, mereka dituduh terlibat kesepakatan damai antara Uni Emirat Arab (UEA) dengan Israel.

Di antara mereka yang ditangkap adalah para anggota senior pendukung Dahlan, yaitu Haytham al-Halabi dan Salim Abu Safia. Hal ini, dikutip dari rmol, diungkap Juru Bicara kubu Dahlan, Imad Mohsen. Namun Mohsen menyatakan, penangkapan itu bermotif politik.

Dalam sebuah pernyataan, pasukan keamanan Palestina mengatakan, mereka telah menahan Halabi dari sebuah desa dekat Kota Nablus di Tepi Barat. Hal ini dikatakan sebagai kelanjutan upaya untuk menegakkan keamanan dan ketertiban.

Saat dikonfirmasi, Kementerian Dalam Negeri Pemerintahan Palestina menolak berkomentar.

Sejak 2011, Pemerintahan Palestina di Tepi Barat yang dikuasai Fatah mengalami perselisihan internal. Satu kelompok dipimpin Mahmoud Abbas, yang kini menjabat Presiden Palestina. Satu lagi, kelompok yang dipimpin Mohammed Dahlan.

Dahlan kemudian diusir dari Tepi Barat yang hingga kini masih diduduki Israel. Sejak diasingkan, kelompok Fatah pimpinan Dahlan masih memiliki pemerintahan sendiri secara terbatas di Tepi Barat. Namun selama di pengasingan, Dahlan juga dituding membina hubungan dekat dengan para pemimpin UEA.