Jika Tidak Diberlakukan PSBB, Kasus Corona di Jakarta Bisa Tembus 2.000 Kasus Per Hari

577 views
Sejumlah pekerja berjalan usai bekerja dengan latar belakang gedung perkantoran di Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (16/4/2020). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.

JAKARTA –  Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) perlu dilakukan untuk menekan penularan covid-19.

Anies mengatakan saat ini tren penurunan mulai tampak pada grafik kasus onset (disesuaikan dengan tanggal penularan) dan pada nilai Rt atau reproduksi virus. Pada awal September 2020, nilai Rt Jakarta 1,14 dan saat ini berkurang menjadi 1,10 yang berarti 100 orang berpotensi menularkan virus kepada 110 orang lainnya.

“Penularan harus terus ditekan hingga nilai Rt di bawah 1,00. Tanpa pembatasan ketat kasus harian di Jakarta diprediksi mencapai 2.000 per hari pada pertengahan Oktober serta kasus aktif akan mencapai 20.000 pada awal November,” kata Anies dalam keterangan tertulis, Kamis (24/9/2020).

Anies mengatakan perlu minimal 60 persen warga Jakarta terus berkegiatan di rumah untuk menekan penularan covid-19.

“Pergerakan penduduk jelas berpengaruh pada peningkatan penularan virus. Semakin tinggi pergerakan penduduk, semakin tinggi penularan virus,” ucapnya.