Cuma Mau Enak Ogah Anak

232 views
Bayi lucu yang dibuang emaknya. Si emak yang lumayan "tanggungjawab" meninggalkan surat wasiat mengharukan.

BERITA memilukan baru saja terdengar dari Jl. Percetakan Negara III, Rawasari, Jakarta Pusat. Ketika sebuah klinik pengguguran bayi digerebek polisi, ditemukan fakta 32.760 janin dibunuhnya sejak tahun 2017, karena tak dikehendaki oleh sang ibu. Sementara Indonesia Police Watch (IPW) juga pernah mencatat, tahun 2017 saja di Indonesia telah dibuang bayi-bayi merah sebanyak 178. Ini semua adalah muara dari perbuatan orangtua si bayi yang hanya mau enak tetap ogah anak!

Gara-gara orang yang hanya punya nyawa tapi tak punya jiwa dan hati, tega menghilangkan ribuan calon generasi pewaris bangsa. Ini memang sungguh memilukan. Tapi lebih memilukan lagi nasib bayi-bayi yang sudah jadi, begitu lahir langsung dibuang oleh ibu sibayi, karena si ayah hanya doyan “nyetrom” tak mau tanggungjawab. Beruntung jika segera ketahuan dan berhasil diselamatkan. Karena banyak juga yang keburu mati kedinginan, bahkan ada yang kadung dibuat rebutan anjing.

Dengan terbongkarnya klinik pengguguran bayi di Rawasari tersebut, berarti Pemprov DKI kehilangan potensi jumlah penduduknya mencapai 11.096.084 jiwa  pada tahun 2020 atau 2021 mendatang. Sebab minus janin-janin yang diaborsi di Rawasari tersebut, jumlah penduk Jakarta taun 2019 saja sudah mencapai 11.063.324 jiwa. Padahal bagi kalangan ahli kependudukan, ledakan jumlah penduduk itu sebagai bonus demografi. Dan Gubernur Anies Baswedan pun batal menerima bonus tersebut.

Terlepas dampak sosialnya bagi ibu si bayi, jika 32.760 janin itu dibiarkan jadi orang, siapa tahu di tahun 2055 nanti dari mereka ini ada juga yang jadi gubernur, politisi, menteri, pengusaha bahkan sekedar tukang ojek online. Dan dokter berikut para pembantu aborsi itu telah berdosa, karena memutus rentetan sejarah anak manusia.