Cuma Mau Enak Ogah Anak

239 views

Lebih berdosa lagi tentunya para ibu yang tega membuang bayi-bayi mereka. Karena bayi-bayi itu sudah memiliki jiwa. Jika memang kelahirannya tak dikehendaki, begitu lahir serahkan saja ke rumah-rumah sosial. Pasti akan diurus, ketimbang hanya dibuang di tempat sampah.

Memang ada juga sih bayi-bayi itu dibuang di depan rumah orang, dengan harapan segera ditolong oleh pemilik rumah. Ada juga ibu si bayi mengenal pasti siapa pemilik rumah, dengan harapan anak yang dibuangnya akan berada dalam asuhan keluarga yang tepat. Bahkan ketika bayi itu dibuang dalam kardus, ada pula yang sudah dilengkapi semua perlengkapan bayi.

Ini terungkap dari surat-surat wasiyat yang ditinggalkan sang ibu. Misalnya bayi di Kediri, ibu si bayi meninggalkan surat wasiat begini: Assalamualaikum.. Mba Meri amal sholih ramut (rawat) dan jaga bayi saya mba. Rawat dan beri kasih sayang seperti mba meramut Iqbal. Besarkan dia dalam jamaah. Maaf jika saya merepotkan. Alhamdulillahijaza killahuqoiro.

Dan lebih mengharukan surat wasiyat ibu bayi yang dibuang di Bekasi, “Untuk ibu panti, tolong rawat anak saya ya karena keadaan yang tidak memungkinkan saya terpaksa menaruh anak ini di sini. Mohon maaf jika caranya kurang baik. Tolong jaga dan rawat anak ini, saya sangat mengasihinya. Saya hanya ingin anak saya dapat hidup lebih baik dan layak. Nama anak ini, Grace. Grace anakku tumbuh jadi anak yang baik ya, kamu pasti akan jadi anak baik, kamu harus jadi wanita yang kuat, baik, pintar dan berguna. Dimanapun kamu berada, kami akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu nak. Kami menyayangimu.

Perhatikan, ditilik dari lirik kalimat dalam suratnya, mereka adalah ibu-ibu yang berpendidikan. Bahkan yang di Kediri, si ibu sebetulnya perempuan yang solehah. Tapi namanya juga manusia yang tak pernah luput dari kesalahan, meski imannya sudah tebal, begitu digoda setan lulusan S2 Amerika, ya jebol juga. Lalu terjadilah perbuatan yang terkutuk itu.