AJI PANCASONA (2)

308 views
Prabu Dasamuka berjanji pada Resi Subali abhwa akan menjadi wayang baik-baik setel;ah memiliki ajian Pancasona.

TERNYATA Subali memang wayang beruntung. Setelah memperoleh ajian Pancasona, dia memperoleh bonus bidadari dari kahyangan bernama Dewi Tara. Mungkin satu paketan. Seperti halnya orang beli mobil di sebuah dealer kemudian diberi hadiah HP android. Semakin bahagialah kehidupan Subali, sehingga bersama istri barunya itu keduanya lalu tinggal di pertapan Guwa Kiskenda peninggalan Prabu Lembusura, yang pernah dikalahkannya dan dibunuhnya.

Rupanya kahyangan Jonggring Salaka sedang obral bidadari menjelang Lebaran. Sebab selain Dewi Tara, adik kandung Dewi Tara yang bernama Dewi Tari juga dihadiahkan kepada Dasamuka raja Ngalengka. Dengan demikian Subali dan Dasamuka beripar atau pripean. Mereka saling berkunjung atau ketemu ketika ada arisan keluarga atau pas takziah orang meninggal.

“Kakang Subali kan pendita sakti, bolehkah saya berguru pada sampean?” kata Dasamuka sekali waktu.

“Ya boleh saja. Tapi wayang yang sudah menguasai Ilmu Kebatinan harus mampu mengendalikan dirinya, mengekang hawa nafsu.” Jawab Subali.

Karena Dasamuka merupakan raja yang sibuk, dia tak bisa nyantrik saban hari. Paling seminggu datang dua kali, lainnya secara virtual melalui jaringan internet. Tapi karena Dasamuka merupakan wayang yang cerdas, segala Ilmu Kebatinan Subali bisa diserapnya dengan baik, padahal itu lebih susah ketimbang Ilmu Ukur dan Aljabar.

Melalui bocoran dari cantrik-cantrik lain, Dasamuka kemudian menjadi tahu bahwa Subali memiliki ajian Pancasona. Pantesan penampilannya awet muda, rambut masih hitam dan kulit belum juga mengeriput. Wajah juga bebas flek. Jalan masih tegap dan gagah, naik busway tak pernah ditawari duduk oleh para penumpang muda.

“Kakang Subali, gue denger kakang punya ajian Pancasona ya? Pantesan rosa-rosa terus kayak Mbah Marijan.” Sanjung Prabu Dasamuka.