AJI PANCASONA (2)

336 views

“Siapa bilang, hoaks tuh. Yang benar, saya berteman baik sama Aji Pangestu dan Aji Masaid,” jawab Resi Subali mengelak.

Tapi Dasamuka memang pintar mendekati gurunya, sehingga pada akhirnya dia ikhlas memberikan Aji Pancasona tersebut kepada Dasamuka. Sebab ilmu kebatinan satu itu lebih berguna bagi seorang raja ketimbang seorang pendita. Raja kan banyak musuhnya, bahkan selalu ada ancaman kudeta, sedangkan pendita atau resi tak memiliki musuh-musuh politik sebangsa kelompok KAMI atau PA-212.

“Kenapa kangmas Subali rela melepas ajian Pancasona?” tanya Dasamuka menyelidik.

“Karena aku sudah tua. Hidup tanpa kematian juga bakal kesepian nantinya. Teman sudah pada mati masih hidup sendiri, lalu ngobrol sama siapa?”

Tapi Resi Subali mengajukan sarat, dengan memiliki ajian Pancasona, Dasamuka harus bisa lebih arif menjadi raja di Ngalengka, tidak boleh tamak akan kekuasaan, menindas wayang lain. Makan ham (daging babi) boleh, tapi jangan melanggar HAM. Harus siap memayu hayuning bawana, mensejahterakan rakyat Ngalengka. Jangan kerjasama dengan DPR hanya untuk mengakali dana APBN.

“Siap kakang Subali, gue akan mematuhi segala wewaler (larangan) sampeyan. Kapan timbang terima ajian Pancasona bisa digelar?” ujar Dasamuka nafsu banget.

“Nggak usah pakai upacara segala. Dalam suasana begini kan nggak boleh mengumpulkan orang. Gimana sih adi Dasamuka, raja kok sampai lupa protokol kesehatan.” Tegur Resi Subali.

“Oh, iya ding…..” jawab Dasamuka tersipu-sipu, karena dia sendiri memang sering lupa pakai masker.

Demikianlah, ajian Pancasona ditransver langsung ke tubuh Dasamuka melalui prosesi baku sebagaimana biasanya. Sambil berjabatan tangan dan tahan napas, ajian Pancasona segera berpindah tangan. Sejak saat itu Dasamuka terbebas dari kematian, sementara hari kematian Resi Subali kembali dicatat oleh Betara Yamadipati, di mana sebelumnya sudah ditipeks. Dengan sendirinya bertambahlah honor Yamadipati, sebab setiap kali njabut nyawa (mencabut nyawa) ada anggarannya Rp 25.000,- dipotong PPN 10 persen.