Pasukan Jepang, Bukan Kaleng-Kaleng

Walau disebut Pasukan Bela Diri (Japan Self Defence Forces-JSDF) pasukan Jepang dipersenjatai dengan alutsista canggih, masuk 10 besar terkuat di dunia.

WALAU cuma berstatus Pasukan Bela Diri (Japan Self Defence Forces-JSDF), pasukan negara Matahari Terbit itu tidak bisa dianggap remeh, karena dengan anggarannya yang besar, terus diperkuat.

PM baru Jepang Yoshihide Suga, Rabu, (30/9) baru saja mengajukan belanja militer 2021 sebanyak 55 milyar dollar AS (sekitar Rp811,2 triliun) a.l. untuk pembelian pesawat tempur siluman F-35 Super Ligthning II, meningkatkan kemampuan perang cyber dan ancaman dari luar angkasa.

Sebagai perbandingan, anggaran belanja militer RI 2021  hanya sekitar 9,3 milyar dollar AS    (Rp136,9 triliun) dimana lebih separuhnya dialokasikan untuk membayar gaji prajurit.

Kenaikan anggaran belanja militer Jepang delapan persen dari 2020  mencerminkan tekad negara itu untuk membangun kekuatan perangnya sejajar dengan negara adi kuasa yakni AS, Rusia dan China.

Institut Riset Perdamaian Stockholm (SIPRI) mencatat, anggaran militer Jepang 2021 pada peringkat ke-8 dunia di bawah AS, China, Arab Saudi, India, Inggeris dan Jerman, sedangkan menurut Gobal Fireower, kekuatan JSDF ke-5 setelah AS, Rusia, China dan India.

Pendahulu Suga, PM  Shinzo Abe yang mengundurkan diri karena sakit Agustus lalu selama  kepemimpinannya sejak 2013 juga terus meningkatkan anggaran militer Jepang dan mendorong peran lebih besar negaranya di kancah int’l.

Berdasarkan konstitusi Jepang yang penyusunannya diwarnai trauma Perang Dunia II, selain disebut Pasukan Bela Diri dalam arti tidak untuk menginvasi negara lain, JSDF juga menjauhi keterlibatannya dalam konflik int’l.

Satuan non-combatant

Pada Perang Teluk 1990-an misalnya, JSDF hanya megirimkan satuan zeni untuk melakukan pembangunan atau rehabilitasi sarana dan parsarana publik yang hancur di Irak, tidak terlibat dalam misi-misi tempur misalnya dalam pasukan koalisi pimpinan AS.

JSDF dengan 247.000 personil, di darat a.l dilengkapi tank-tank tempur utama buatan dalam negeri, artileri, multi peluncur roket, sistem perang elektronika dan pertahanan rudal Aegis buatan AS.

Matra udara JSDF didukung 279 pesawat seperti F-15 Eagle dan  F-4 Phantom (buatan AS),  lebih 600 helikopter (UH-60 Black Hawk,  CH-47 Chinook dan AH-64 Apache) serta pesawat tempur buatan lokal Mitsubishi F-2.

Pembelian 105 unit pesawat F-35 yang 42 diantaranya jenis yang  mampu take off dan landing secara vertikal untuk dioperasikan dikapal induk mulai tahun ini tentunya akan meningkatkan keunggulan  kekuatan udaranya.

Di laut, JSDF berjaya dengan dua kapal induk Izumo dan Hyuga, 46 kapal perusak termasuk kelas Arleigh Burke buatan AS yang dilengkapi sistem rudal pertahanan udara Aegis dan kapal-kapal selam Shoryu buatan lokal.

Walau cuma disebut Pasukan Bela Diri, pasukan Jepang terus diasah dan dipupuk karena potensi lawan yang dihadapinya yakni China dan Korea Utara juga tidak bisa dianggap enteng. (AP/ns)