“Cuci Gudang” Senjata Rusia di Nagorno-Karabakh

1.380 views
Konflik militer antara dua negara sempalan Uni Soviet yakni Armenia dan Azerbaijan di wilayah Nagorno-Karabakh terulang lagi. Sebelumnya terjadi pada 2016 dan 1991.

KONFLIK militer yang pecah antara Armenia dan Azerbaijan di wilayah kantong Nagorno-Karabakh sejak pekan terakhir September lalu diwarnai dengan duel persenjataan atau alutsista yang sebagian besar buatan Rusia atau eks-Uni Soviet.

Armenia dan  Azerbaizan adalah dua dari 16 negara sempalan Uni Soviet yang merdeka pasca Perang Dingin, sementara kawasan pegunungan atau Nagorno Karabakh adalah wilayah kantong (enclave) di Azerbaijan yang mayoritas penduduknya etnis Armenia.

Nagorno Karabakh dengan luas wilayah sekitar 4.000 Km2 dan 145.000 penduduk, mayoritas etnis Armenia pemeluk Kristen sudah mendeklarasikan kemerdekaannya secara sepihak dari Azerbaijan walau sejauh ini masih belum diakui oleh komunitas int’l.

Isu Nagorno-Karabakh menjadi pemicu konflik berkepanjangan antara kedua negara, terakhir kali pecah pada 2016 dan sebelumnya pada 1991, sementara pertempuran yang berkecamuk sejak  27 Sept. lalu sudah menewaskan sekitar 1.000 orang termasuk warga sipil.

Di lapangan, untuk sementara, dengan jumlah pasukan lebih besar dan dilaporkan didukung ratusan kombatan eks-milisi Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS)  yang didanai Turki, pasukan Azerbaijan mampu mendesak pasukan Armenia dan Nagorno Karabakh.

Klaim Armenia terkait jatuhnya dua pesawat tempur Sukhoi SU-25 miliknya oleh pesawat-pesawat tempur F-16 Turki menunjukkan bukti keterlibatan Turki dalam sengketa tersebut walau hal itu dibantah oleh rezim Ankara.

Dari sisi anggaran militer, Azerbaijan yang kaya dengan hasil migas lebih besar yakni tercatat pada 2020 sekitar 1,7 milyar dollar AS (sekitar Rp 25 triliun) dibandingkan Armenia dengan hanya 430 juta dollar AS (sekitar Rp6,34 triliun).

Kedua negara yang dulu tergabung dalam Uni Soviet, sama-sama mengandalkan alutsista peninggalan negara beruang merah itu yang sekarang menjadi Rusia. Bedanya, Azerbaijan mengoleksi lebih banyak.