Pasukan Azerbaijan di “Atas Angin”

Amerika Serikat, Perancis dan Rusia mendesak pemimpin kedua negara untuk kembali ke meja perundingan, namun sejauh ini tidak ditanggapi, bahkan Turki yang berada di belakang Azerbaijan mengenyampingkan setiap prakarsa damai karena menganggap Armenia adalah penjajah yang mengokupasi  wilayah Azerbaijan.

Sebaliknya, etnis Armenia masih menyimpan dendam kesumat terhadap Turki terkait peristiwa sejarah kelam masa lalu yakni peristiwa  pembataian sampai 1,5 juta warganya saat pasukan kekaisaran Ottoman menduduki wilayah mereka pada 1915.

Selain korban jiwa, baik sipil mau pun militer, hancurnya sejumlah sarana, prasarana termasuk bangunan di Nagorno Karabakh, konflik  juga menciptakan ribuan pengungsi etnis Armenia yang bergerak menuju ibukota Armenia, Yerevan berjarak  sekitar 350 KM.

Perang tidak menyelesaikan masalah, melainkan hanya menciptakan kesengsaraan dan musibah. (AP/Reuters/ns).