Unjuk Rasa Penolakan Omnibus Law Terjadi di Sejumlah Titik di Jakarta Timur

Ilustrasi/ PR

JAKARTA – Unjuk rasa penolakan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law terjadi di Jakarta Timur (Jaktim) hingga Rabu siang.

Lokasi aksi di Jakarta Timur terpantau Kawasan Cakung, Flyover Pasar Rebo hingga Depo Kantor Pusat TransJakarta di Cawang.

Aksi di Kawasan Cakung diikuti ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Mandiri dengan menyusuri jalan umum dan jalan lingkungan di sekitar kawasan industri.

“Harapannya UU Omnibus Law ini bisa segera direvisi itu saja harapan buruh. Karena sangat merugikan kami,” kata Wakil Ketua Serikat Pekerja Mandiri, Rohim, di Jakarta, dilansir Antara.

Aksi serupa juga terjadi di kolong Jembatan Layang Pasar Rebo yang diikuti ratusan mahasiswa dari Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) Jakarta.

Koordinator mahasiswa Goldi mengatakan ada empat tuntutan rekannya yang disampaikan dalam aksi itu.

“Ini sikap kami bahwa kekecewaan kita situasi politik saat ini RUU Cipta Kerja tiba-tiba disahkan. Kita mengecam tindakan represif aparat di daerah dan kita juga menuntut pemerintah fokus tangani COVID-19 dan meminta DPR menunda /Pilkada,” katanya.

Aksi diiringi dengan pembakaran kardus di sekitar kolong Jembatan Layang Pasar Rebo hingga berimbas kemacetan.

Tidak ada penerapan protokol kesehatan dalam aksi itu, massa tampak berkerumun dalam satu barisan untuk menyuarakan aspirasi.

Pada lokasi terpisah PT TransJakarta memfasilitasi ruang untuk penyampaian pendapat terkait Omnibus Law di Depo Kantor Pusat TransJakarta, Cawang.

Upaya memfasilitasi ruang penyampaian aspirasi dilakukan perusahaan untuk mengantisipasi gangguan umum. Seluruh lokasi aksi memperoleh pengawalan ketat dari TNI dan Polri.