606.464 Jiwa di Selatan Jawa Terancam Tsunami, Pemerintah Bangun Kesiapan Hadapi Bencana

ilustrasi kerusakan tsunami di Pandeglang

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pemerintah melakukan kesiapan terkait adanya potensi tsunami di pesisir selatan Jawa.

“Ini dilakukan berdasarkan aktivitas gempa yang kita catat dan dari berbagai sumber termasuk BMKG. Sebenarnya, tanda-tanda itu sudah diketahui dan potensinya di Laut Hindia luar biasa,” kata dia pada diskusi virtual Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana yang dipantau di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan kesiapan menghadapi tsunami pesisir selatan Jawa tersebut pada hakikatnya tidak cukup hanya dengan rencana kontinjensi maupun sosialisasi, namun juga meliputi persiapan jalur evakuasi serta tempat pengungsian sementara.

Kemudian juga kelengkapan peralatan dapur umum serta mandi, cuci, kakus (MCK), adanya gladi ruang dan lapangan serta persiapan logistik makanan maupun kesehatan.

“Ini kita siapkan termasuk di area rancangan tsunami yang telah dipetakan baik itu Cilacap, Kebumen, Purworejo dan Wonogiri. Sebenarnya peta ini juga nyambung ke wilayah Yogyakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur,” katanya.

Lebih rinci, terdapat total 606.464 jiwa yang terancam tsunami yakni meliputi 11 kecamatan di Cilacap dengan 518.797 jiwa, delapan kecamatan di Kebumen dengan 60.404 jiwa, tiga kecamatan di Purworejo dengan 30.097 jiwa serta satu kecamatan di Wonogiri dengan 166 jiwa.

Di sisi lain, edukasi pada masyarakat setempat juga menjadi poin penting dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana termasuk kesadaran yang mesti dilatih dengan kearifan lokal.

Sebagai contoh jika berkaca ke Jepang, maka diketahui bahwa kerusakan akibat tsunami dapat diminimalisir dengan keberadaan banyaknya pepohonan. Hal itu sudah dipantau di Kebumen dimana terdapat cemara laut atau cemara udang yang telah tumbuh subur dan tinggi.

Menurutnya, jika area-area di bagian selatan ditanami dengan banyak pepohonan, mungkin hal itu dapat membantu dari sisi pencegahan dampak tsunami yang lebih buruk.