AJI PANCASONA (4)

143 views
Sugriwa pangling, resi Subali dengan kostum jubah jadi mirip begawan radikal.

BINGUNG juga Raden Rama. Ketika dirinya sedang repot tapi harus pula membantu kerepotan pihak lain. Bisa rugi bandar nih. Untung Rama segera ingat akan jati dirinya bahwa dia bukanlah pengusaha tapi seorang kesatria muda. Sebagai kesatria dia tak boleh egois, harus siap membantu sesamanya dalam kondisi apapun. Apalagi agama juga mengajarkan, umat harus bisa berbagi pada orang lain meski dalam kesulitan. Percayalah, Allah Swt itu Maha Kaya.

“Kita ternyata senasib sepenanggungan, sama-sama jomblo kisanak. Saya akan coba membantu semampuku.” Ujar Raden Rama pada akhirnya.

“Terima kasih Raden.” Jawab Sugriwa sambil mengguncang-guncang tangan Rama, saking semangatnya berjabatan tangan. Mereka jadi lupa akan protokol kesehatan.

Keduanya lalu saling memperkenalkan diri. Ternyata keduanya memang sama-sama terkenal dalam lingkungan masing-masing, karena keduanya juga disebut dan bisa dilacak datanya di Mbah Google. Sugriwa tokoh dari Pancawati dan Rama adalah putra almarhum raja Dasarata dari Ayodya. Hanya sekarang sedang istirahat sebagai raja, cuti di luar tanggungungan negara.

Sugriwa pun lalu menjelaskan secara detil akan problem yang dihadapi. Dia ingin kembali merebut Dewi Tara dari Subali yang sebetulnya kakak kandung sendiri. Meski Tara kini sudah turun mesin lantaran sudah melahirkan Kapi Anggada, Sugriwa siap menerima apa adanya. Penguasa negri Pancawati itu punya prinsip, buah manggis Kalianda enak rasanya, tak dapat gadis sudah janda pun sama saja!

“Kakang Sugriwa tega akan kakak kandung sendiri hanya karena masalah selangkangan?” Raden Rama mencoba menjajagi perasaan sohib barunya.

“Dia sendiri tega sama adik, jadi kalau saya tega sama kakak, apa salahnya?” jawab Sugriwa tegas.

Sugriwa pun lalu menunjukkan foto kakaknya. Ada yang berseragam kesatria, ada yang berkostum begawan; pakai jubah dan pelihara jenggot, agar nampak radikal. Padahal aslinya dia bukan tipe begawan seperti itu, karena Resi Subali bukan aktivis PA-212 dan juga tak pernah datang ke Monas, Jakarta.