DKI Jakarta PSBB lagi, Sampai Kapan?

26 views
Kelompok PA 212, GNPF Ulama dan sejumlah ormas akan menggelar aksi unjukrasa menolak UU Cipta Kerja, Selasa,13/10. Semoga tidak menciptakan klaster baru penyebaran Covid-19

UNTUK kesekian kalinya, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan lagi di wilayah DKI Jakarta, sementara ancaman penyebaran Covid-19 masih belum bisa dipastikan kapan berakhirnya.

Sejak Covid-19 pertama kali terdeteksi di Indonesia, 2 Maret lalu, PSBB ketat atau lockdown berupa penghentian atau pembatasan sementara operasi moda transportasi publik (Trans Jakarta, MRT dan KRL) dan sejumlah kegiatan usaha diberlakukan mulai 10 April sampai 3 Juni.

Demi menggerakkan kembali roda-roda ekonomi yang lumpuh akibat pengaturan protokol kesehatan yang cukup ketat, kebijakan lebih longgar berupa pembukaan kegiatan usaha dan publik secara terbatas diberlakukan pada masa PSBB Transisi yang diperpanjang sampai lima kali (4 Juni hingga 13 September).

Akibatnya, terjadi lonjakan penambahan kasus Covid-19 harian dengan rata-rata di atas 1.000 kasus atau mencapai sekitar sepertiga dari kasus harian secara nasional dan juga sepertiga dari total akumulasi kasus nasional.

“Pedal rem darurat” diinjak lagi menyaksikan kenyataan itu, dengan diberlakukannya kembali PSBB ketat mulai 14 sampai 27 September yang lalu diperpanjang lagi mulai 28 September sampai 11 Oktober.

Jadi di DKI Jakarta, total sudah tiga kali diberlakukan PSBB ketat (10 April – 3 Juni), 14 Sept. – 27 Sept. dan 28 Sept. – 11 Okt serta  enam kali PSBB Transisi (4 Juni sampai 13 September dan kini 12  sampai 25 Oktober.

Alasannya lagi, angka kematian akibat Covid-19 di wilayah Jakartasudah menurun menjadi 2,2 persen, selain juga desakan dari dunia usaha yang menjerit akibat pembatasan terutama larangan makan di tempat (dine-in) di  rumah makan atau warung.

Pertanyaannya, apakah pemerintah mampu memberlakukan peraturan dan sanksi lebih ketat bagi pelanggar protokol kesehatan di tengah masa kampanye pilkada serentak yang akan digelar di 270 derah pada 9 Desember nanti?