Kemenangan Azerbaijan dibantu Drone

3.204 views
Drone Kamikaze Harop buatan Israel digunakan oleh pasukan Azerbaijan menggempur sistem pertahanan udara Armenia.

PEMIRSA TV di seluruh dunia bisa menyaksikan bagaimana situs-situs rudal, tank-tank yang disembunyikan di bunker atau sedang bergerak di permukaan tanah dan kerumunan prajurit menjadi target serangan pesawat nirawak atau drone.

Dari layar TV atau tayangan visual di ponsel, momen saling bunuh dan rusak tersebut bisa ditonton seperti halnya gim atau permainan, padahal bisa dibayangkan, perasaan atau trauma rekan-rekan prajurit yang lolos dari maut, juga keluarga dan kerabat para korban.

Teknologi, di sisi lain juga bisa dimanfaatkan untuk menciptakan peralatan perang atau alutsista dengan kemampuan membunuh dan daya rusak lebih dahsyat  lagi, hingga dibutuhkan kearifan dan kebijakan manusia untuk tidak buru-buru menggunakannya.

Dalam konflik antara dua negara sempalan Uni Soviet di wilayah Kaukasus selatan yakni Armenia dan Azerbaijan mengenai sengketa wilayah Nagorno-Karabakh yang berlangsung sejak 27 September lalu, untuk sementara Azerbaijan berada di atas angin.

Berkat dukungan drone-drone yang dipasok Turki dan Israel, pasukan Azeri berhasil memukul mundur milisi Republik Nagorno-Karabakh yang semula secara sepihak menduduki wilayah kantong (enclave) di  Azerbaijan itu.

Tumpukan amunisi, tank-tank, kendaraan tempur dan truk-truk militer, baik yang masih utuh mau pun rusak atua hancur milik pasukan separatis Nagorno-Karabakh (Republik Artsakh) dan Armenia pendukungnya, tampak ditinggalkan di bunker-bunker, tempat terlindung atau di sisi-sisi jalan.

Presiden Azerbaijan sendiri mengaku, pasukannya dengan cepat mampu melumpuhkan lawan, dan jumlah korban dipihaknya relatif sedikit, berkat drone-drone Israel dan Turki yang tanpa ampun menyasar kekuatan musuh dengan presisi tinggi.

Turki menurunkan drone ketinggian sedang, berdaya tahan lama (Medium Altitude Long Endurance – MALE) Anka-S dan Bayraktar-2, berat 200 Kg, kecepatan dan ketinggian jelajah 70 knot/24-ribu kaki, rentang sayap 12 meter, jangkauan komunikasi 150 km dan  dan bisa beroperasi 24 jam .