Banjir Rendam 3 Kecamatan di Garut, Dompet Dhuafa Bantu Penyintas

30 views
relawan Dompet Dhuafa respon banjir Garut.

GARUT – Akibat meluapnya empat anak di Garut, merendam ribuan rumah di 3 kecamatan. Di antara sungai yang meluap adalah Sungai Cipalebuh ( Pameumpeuk ), Sungai Cikaso ( Pameumpeuk ), Sungai Cibera ( Cibalong), dan Sungai Cipasarangan ( Cikelet ).

Seperti dilaporkan Kompas, ribuan rumah di wilayah Kecamatan Pamengpeuk dan Cibalong, dipastikan terdampak banjir bandang akibat luapan tiga sungai besar di dua kecamatan tersebut yang meluap setelah hujan deras mengguyur sejak Minggu (11/10/2020) malam.

Kepala Desa Mandalakasih, Iwan Darmawan mengungkapkan, di desanya saja ada 1.000 rumah yang terendam banjir bandang akibat luapan sungai Cipalebuh. Rumah-rumah yang terendam kebanyakan berada di Kampung Asisor, Sukapura, Sukagalih dan yang paling parah ada di Kampung Leuwi Simar yang berada di bantaran sungai.

Menurut Iwan, luapan sungai mulai dirasakan warga sejak Senin (12/10/2020) subuh sekitar pukul 04.00 WIB.

Ardiansyah, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa melaporkan, Senin malam (12/10/2020) relawan sudah dikirim ke Garut untuk membantu penyintas banjir, melakukan respon dan asesmen akibat banjir yang disebabkan luapan anak sungai tersebut.

Dilaporkan Andri, wilayah terdampak; Kecamatan Pameumpeuk banjir merendam Desa Mancagahar, Desa Mandalakasih, Desa Sinarbakti, Desa Paas, Desa Bojong, Desa Pameumpeuk.

Di wilayah Kecamatan Cibalog desa yang terdampak Desa Karyasari, Desa Sagara dan Desa Mekarsari. Sementara itu di Kecamatan Cikelet, banjir merendam Desa Cijambe, Desa Pamalayang.

“Relawan yang dikirim Dompet Dhuafa Jawa Barat, langsung melakukan koordinasi ke Posko Induk dan mendirikan Pos Hangat untuk membantu penyintas banjir di Kampung Kiarakohok RT. 02 RW. 11 Desa Pamalayang, Kec. Cikelet,” jelas Andri.

Dari pantauan lapangan, Andri merekomendasikan tim respom untuk segera mendirikan Dapur Umum, Pos Hangat dan Bersih-bersih fasilitas umum dan rumah warga.