Biofarma Bantah Vaksin Covid-19 di Brazil Dijual dengan Harga Setara Rp29 Ribu

ILUSTRASI Industri farmasi Sinovac, China dan Istituto Butantan, Brazil mulai menguji klinis tahap ketiga vaksin Covid-19 yang diharapkan bisa dirilis lalu diproduks massal pada akhir 2020.

JAKARTA – PT Bio Farma memastikan harga vaksin Covid-19 berkisar Rp200 ribu per dosis dan tidak akan memberatkan pemerintah.

Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir membantah jika harga vaksin Sinovac yang dipasarkan di Brazil dijual dengan harga USD1,96 (Rp29 ribu) seperti yang diberitakan oleh media.

Honesti mengatakan telah mengonfirmasi informasi tentang harga jual vaksin tersebut ke Sinovac melalui surat resmi. Brazil merupakan salah satu negara yang juga akan membeli vaksin Covid-19 dari Sinovac, selain Indonesia dan Turki.

“Informasi dalam pemberitaan tentang kontrak pembelian 46 juta dosis dengan nilai kontrak USD90 juta dengan pemerintah Brazil tidak tepat, dan mengenai harga USD1.96 per dosis pun tidak tepat. Sebab biaya pengirimannya saja tiap dosisnya, sekitar USD2,” kata Honesti melalui siaran pers, Selasa.

Dia melanjutkan, ada sejumlah hal yang menentukan harga vaksin Covid-19, salah satunya tergantung pada investasi studi klinis fase ketiga terutama dalam uji efikasi dalam skala besar.

“Skema pemberian harga vaksin Covid-19 ini tidak dapat disamakan,” lanjut dia.

Bio Farma saat ini tengah mensponsori uji klinis tahap ketiga kandidat vaksin Covid-19 hasil kerja sama dengan Sinovac Biotech di Bandung, Jawa Barat.

Hingga 9 Oktober 2020, sebanyak 843 relawan sudah mendapat penyuntikan kedua dan 449 relawan dalam tahap pengambilan darah pasca penyuntikan kedua/masuk periode pemantauan.

Bio Farma menyatakan belum ada Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) akibat pemberian suntikan calon vaksin Covid-19.

.