Senjata Pemusnah dalam Konflik Nagorno-Karabakh

4.612 views

Dengan bobot 1,8 ton, rudal Tochka mampu melesat pada kecepatan sampai Mach-5,  dan bisa membawa berbagai jenis hulu ledak (warhead) konvensional sampai nuklir. Masih beruntung, rudal-rudal balistik yang dimiliki kedua negara tidak ada yang dipasangi kepala nuklir.

Tochka a.l. digunakan oleh Rusia melawan separatis Checnya, konflik di Ukraina, juga sekutu-sekutu Rusia seperti milisi Houthi di Yaman yang menyasar Arab Saudi dan milisi pro Presiden Suriah Bashar al Assad melawan pemberontak.

Selain sistem persenjataan Rusia atau peninggalan Soviet, Azerbaijan yang memiliki personil dan koleksi persenjataan lebih banyak, didukung milisi Suriah binaan Turki, juga drone-drone kamikaze Harop buatan Israel dan Anka- S serta Bayraktar buatan Turki berada di atas angin.

Sebenarnya Armenia memiliki sistem rudal pertahanan  udara yang cukup canggih, S-300 buatan Rusia, namun sebagian situs-situs peluncurannya berhasil dilumpuhkan oleh pesawat-pesawat tempur AU Azerbaijan dengan memancingnya menggunakan pesawat lawas mesin satu bersayap ganda AN-2 buatan Soviet tahun 1940-an yang dimodifiksi menjadi drone.

Konflik Armenia dan Azerbaijan mengenai sengketa wilayah kantong (enclave) Nagorno-Karabakh terjadi beberapa kali, pada 1990 sampai 1994 menewaskan 30.000 orang dan diulang lagi pada 2016 dengan korban ratusan orang.

Nagorno-Karabakh berpenduduk tiga juta orang yang mayoritas etnis Armenia didukung pemerintah Armenia melepaskan diri dari Azerbaijan pasca runtuhnya Soviet pada akhir 1991, namun kemerdekaannya sampai kini belum diakui int’l.

Teknologi canggih selain menimbulkan daya rusak dan alat pembunuh yang mengerikan, juga sangat menentukan dalam pertempuran di era  now sehingga strategi yang digunakan pun harus disesuaikan. (NS/Berbagai sumber)