Kantongi SK Menkumham, Amphuri Munaslub Banten Ajak Bersatu

25 views

JAKARTA – Ketua Umum Amphuri hasil Munaslub Tangerang Banten, Muhammad Fauzin Kamil, mengajak segenap anggota Amphuri bersama-sama merajut ukhuwah dalam rumah besar Amphuri di bawah kepemimpinannya.

“Kita semua adalah bersaudara, tidak ada lagi permusuhan, kita semua penyelenggara haji dan umroh mengikuti arahan pemerintah yang resmi,” kata dia dalam keteragannya di Jakarta, Rabu (14/10).

Dia memastikan kalau nanti bergabung tidak ada yang dikeluarkan dari grup Whatsapp, tidak ada yang dianggap musuh, tidak ada surat pernyataan tobat dan sebagainya karena semuanya adalah saudara. “Amphuri adalah rumah kita bersama. Mari kita taat dengan putusan pemerintah. Kami tidak ada masalah sama sekali dan tidak dendam dengan teman,” ujar dia.

Kepemimpinan Amphuri terbelah menyusul Munaslub Batu, Malang 18-20 September 2020 lalu. Munaslub Tangerang Banten 10 Oktober lalul menetapkan Dewan Pimpinan Pusat AMPHURI 2020-2025 di bawah kepemimpinan Muhammad Fauzan Kamil. Munaslub Banten juga membahas program kerja, AD-ART dan ihwal kepengerusan.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (13/10) malam, kuasa hukum Amphuri Munas Banten, Razman Arif Nasution, menjelaskan munculnya Munaslub Banten karena Munaslub Batu diduga kuat melanggar AD ART organisasi AMPHURI.
Dia pun membebarkan sejumlah alasannya, yaitu antara lain pemilihan kepengurusan dilakukan tanpa transparansi dan tidak kredibel, dugaan penggelembungan suara kepada salah satu pasangan calon, Munas juga tidak membahas program kerja AD ART, dan tidak secara transparan membahas keuangan.

Karena itu, dia menyebut jika pascamunas yang dimaksud ada penggunaan keuangan tanpa pertanggungjawaban secara organisatoris maka ini adalah tindak pidana.

“Jadi, munaslub lahir karena dihulunya ada problem, munaslub ini hilir. Hulunya tidak beres, maka hilirnya harus memperbaiki. Kalau dibiarkan hulunya bermasalah, hilirnya juga bermasalah,” ujar dia.