Vaksin Apa UU Cipta Kerja?

40 views

Selesai itu baru rakyat biasa yang menjadi peserta BPJS-Kes sebanyak 222,9 juta, yakni mandiri 35,3 juta dan lainnya anggota BPJS-Kes golongan PBI (Penerima Bantuan Iuran). Tapi maaf dan jangan kecewa, yang dapat suntikan gratis hanyalah kelompok PBI alias golongan tidak mampu. Yang mampu, maksudnya anggota BPJS-Kes golongan Mandiri harus bayar sendiri. Sepertinya mandiri itu memang kepanjangan: mengeluarkan uang sendiri.

Berapa harga vaksin itu perdosis untuk dua kali suntikan memang belum pasti. Tapi Mentri BUMN Erick Tohir memberi ancer-ancer sekiat Rp 360.000,- hingga Rp 440.000,- yang bila dilempengin bisa sekitar Rp 400.000,- Jumlah yang besar bagi peserta Mandiri tapi tiba nunggak iuran karena terkena PHK di kantor atau perusahaannya.

Bersamaan dengan itu pemerintahan Jokowi juga menggeber omnibus law UU Cipta Kerja. Karena ini tujuannya juga untuk segera menggerakkan perekonomian. Tapi UU “sapujagad” ini karena dikejar waktu, harus jadi dari Februari – Oktober 2020, pengerjaannya jadi asal-asalan. Selain isinya lebih banyak menguntungkan pengusaha dan rugikan buruh, banyak pasal yang dikoreksi setelah disahkan 5 Oktober lalu. Hasilnya, buruh – mahasiswa turun ke jalan dan membuat kerusuhan di berbagai kota.

Maka mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan punya saran kepada Presiden Jokowi, ketimbang UU Cipta Kerja mestinya pemerintah mendulukan vaksin Corona. Sebab vaksin Covid-19 lebih menjanjikan untuk pemulihan ekonomi, ketimbang UU Cipta Kerja. Faktanya sekarang, belum juga UU Cipta Kerja diberlakukan, yang bergerak bukan ekonominya, tapi justru mahasiswa dan buruhnya, karena mereka bergerak untuk menggelar demo. Tambah repot lagi, gerakan buruh dan mahasiswa itu juga ditunggangi pendemo tidak jelas dan merusak, sehingga Walikota Surabaya Tri Rismaharini menangis dan memarahi para pendemo. (Cantrik Metaram)